Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Doa Khitan untuk Keselamatan Anak: Arab, Latin, dan Artinya

Khitan diwajibkan untuk anak laki-laki yang sudah masuk kategori dewasa dari sudut pandang agama.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
Shutterstock/Casa nayafana
Ilustrasi - Doa Khitan untuk Keselamatan Anak: Arab, Latin, dan Artinya 

TRIBUN-TIMUR.COM - Khitan atau sunat merupakan salah satu amalan yang disyariatkan bagi umat Islam.

Ketika anak khitan, ada doa yang bisa dibaca.

Khitan dilakukan dengan memotong kulup atau kulit ujung alat vital.

Khitan dalam khazanah Islam disebut dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 124: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman:

“Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”.

Baca juga: Doa Mandi Bersih Setelah Haid Lengkap Tata Cara

Allah berfirman:

"Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”. (QS. Al-Baqarah:124).

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Allah SWT telah menguji Nabi Ibrahim As dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), menurut ulama termasuk di dalamnya perintah khitan.

Khitan bagi laki-laki bertujuan agar tidak terkumpul kotoran dan lebih leluasa ketika kencing.

Nabi Muhammad juga memerintahkan umatnya untuk melakukan khitan.

Khitan diwajibkan untuk anak laki-laki yang sudah masuk kategori dewasa dari sudut pandang agama.

Akan tetapi, para ulama fiqih berbeda pendapat mengenai khitan bagi anak perempuan.

Menurut Hanafi, Maliki, dan Hambali, hukum khitan bagi perempuan adalah sunnah.

Sedangkan menurut syafi'i hukum khitan pada perempuan adalah wajib.

Selain itu, Khitan juga bermanfaat untuk kesehatan.

Ada beberapa doa yang bisa dibaca saat anak hendak dikhitan.

Doa ini bisa diucapkan orang tua atau keluarga yang mengantar anak khitan.

Baca juga: Doa Melepas Pakaian: Arab, Latin, dan Artinya

Adapun doa yang dibaca ketika anak melakukan prosesi khitan:

اَللهم وَفِّقْنَا ِلاجْتِلاَبِ الْفَضَائِلِ وَجَنِّبْنَا مِنْ اِقْتِرَاحِ الرَّذَائِلِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اَعْذَارَنَا وَسَلِّمْ اُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ مَخْتُوْنَنَا وَاقْضِ دُيُوْنَنَا وَبَلِّغْ اَمَالَنَا وَوَسِّعْ اَرْزَاقَنَا وَجُوْدِكَ يَاجَوَّادُ. اَللهم اِنَّا نَسْئَلُكَ السَّلاَمَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَى الْحُجَّاجِ وَالْغُزَاةِ وَالْمُسَافِرِيْنَ مِنْ اُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَجْمَعِيْنَ فِيْ بَرِّكَ وَبَحْرِكَ اِنَّكَ عَلى مَا تَشَاءُ قَدِيْرٌ يَا نِعْمَ الْمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Allahumma waffiqnaa lijtilaabil fadhaail, wajannibnaa min iqtiraahir radzaail. Rabbanaa taqabbal minna a'dzaaranaa wa sallim umuuranaa wa shahhih makhtuunanaa waqdhi duyuunanaa wa balligh aamaalanaa wawassi' arzaaqanaa wajuudika yaa jawwaad. Allahumma innaa nas alukas salaama wal'aafiyata 'alainaa wa 'alal hujjaaji walghuzaati walmusaafiriina min ummatin muhammadin shalallahu alaihi wa sallama ajma'iin, fii barrika wa bahrika innaka 'alaa maa tasyaaa u qadiir, yaa ni'mal maulaa wa ni'mannashiir

Artinya: "Ya Allah, berilah kami pertolongan untuk memperoleh keutamaan-keutamaan, dan jauhkan kami dari melakukan hal-hal yang hina.

Ya Allah, terimalah khitan kami, selamatkanlah urusan-urusan kami, sembuhkanlah dari sakit (karena khitan) ini, bayarkanlah utang-utang kami, jadikanlah (kenyataan) cita-cita kami, lapangkanlah rezeki kami dengan kemurahan-Mu, wahai Zat yang Maha Memberi.

Ya Allah, semoga Engkau beri keselamatan kepada kami, kepada orang-orang yang beribadah haji, kepada orang-orang yang berperang (di jalan Allah), dan kepada para musafir, yaitu semua umat Muhammad SAW yang ada di darat maupun di laut, sesungguhnya Engkau berkuasa terhadap apa yang Engkau kehendaki, wahai sebaik-baik majikan dan sebaik-baik penolong.

Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki kesucian dari segala sifat rendah yang mereka (orang kafir) lekatkan. Dan kesejahteraan bagi para utusan Allah, dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam."

(Tribun-Timur.com/Hasriyani Latif)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved