Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kabinet Prabowo

Pembahasan Prabowo dan Parpol Pendukung saat Pertemuan? Erick Thohir Hadir, Kaesang Tak Nampak

Dalam pertemuan tersebut tak terlihat Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Ketum Partai Bulan Bintang.

Editor: Ansar
Tribunnews.com
Ternyata Prabowo Subianto ngumpul bareng dengan ketum parpol KIM, bahas kabinet? Erick Thohir ikut hadir. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Prabowo Subianto Presiden terpilih gelar pertemuan dengan sejumlah ketua umum partai politik pendukungnya.

Menteri BUMN Erick Thohir hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu memunculkan spekulasi pembahasan komposisi kabinet Prabowo-Gibran.

Dalam pertemuan tersebut tak terlihat Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Ketum Partai Bulan Bintang.

Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada Kamis (20/6/2024).

Pertemuan itu terpantau dari unggahan di akun Instagram resmi Prabowo @prabowo pada Kamis sore.

Dalam unggahan berupa foto hitam putih di sejumlah slide itu tampak Prabowo berbincang akrab dengan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.

Tampak pula Menteri BUMN Erick Thohir ikut hadir.

 Namun, tidak tampak adanya ketua umum ataupun perwakilan dari Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Prima, dan Partai Garuda yang juga merupakan parpol pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

Selain itu, wakil presiden (wapres) terpilih hasil Pilpres 2024, Gibran Rakabuming Raka, juga tidak tampak hadir.

Adapun dalam unggahannya di Instagram, Prabowo juga mencantumkan keterangan foto berupa satu kalimat, yakni "Bersama Indonesia Maju".

Menurut Airlangga Hartarto, pertemuan pada Kamis pagi itu dilaksanakan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi atas undangan dari Universitas Pertahanan (Unhan).

Ia mengungkapkan, acara pertemuan diisi dengan mendengarkan paparan Prabowo mengenai kebangsaan mendatang.

Saat ditanya lebih lanjut soal perincian pemaparan apa yang disampaikan Prabowo, Airlangga menyebut soal strategi ke depan.

"Strategi saja ke depan," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam.

"Ya mengenai pentingnya strategi ke depan," kata dia.

Lalu, saat ditanya apakah strategi yang dimaksud juga mencakup soal Pilkada 2024, Airlangga tidak memberikan jawaban.

Airlangga pun membantah pertemuan dilakukan untuk membahas kabinet Prabowo mendatang.

Ia mengatakan, hasil pertemuan antara Prabowo dan sejumlah ketum paprol KIM itu tak akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

Sebab, agenda tersebut hanya diisi aktivitas mendengarkan pemaparan Prabowo soal strategi bangsa ke depan.

Partai Pendatang Baru Dapat 2 Kursi?

Partai "pendatang baru" diprediksi kebagian jatah kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Partai yang baru bergabung dengan kubu Prabowo-Gibran, Nasdem dan PKB diprediksi juga bakal kebagian jatah kursi menteri.

Bahkan, PKB dan Nasdem diprediksi bakal mendapatkan dua kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan, kemungkinan itu didasarkan dari kekuatan Nasdem dan PKB di parlemen yang cukup kuat.

"Tergantung jumlah kekuatan di parlemennya, kalau Nasdem dan PKB ini kan menengah ke atas. Saya melihat proporsional, bisa saja dapat jatah dua kursi masing-masing, Nasdem 2, PKB 2 mungkin," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (25/5/2024).

Dia menilai, PKB dan Nasdem akan mengalami kerugian jika hanya mendapatkan satu kursi menteri saja.

"Karena dua partai ini menengah ke atas, karena kekuatan di parlemen besar," kata dia.

Ujang juga menilai, Prabowo akan mempertimbangkan asas proporsional dalam bagi-bagi kursi menteri.

Khusus untuk partai politik yang baru bergabung, perhitungan kekuatan politik di parlemen adalah indikator yang paling jelas.

"Jadi saya melihat proporsionalitas yang akan dilakukan Prabowo untuk membagi partai-partai dilihat dari kekuatan jumlah kursi di parlemen," ucap dia.

Berbeda dengan kursi menteri titipan yang mungkin telah disodorkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ujang menilai, Jokowi kemungkinan juga akan menitipkan dua menteri karena terlalu banyak akan mengganggu hubungan antara Jokowi dan Prabowo.

"Jadi proporsional ya nitip misalnya dua, kalau sampai 4-6 ya enggak bagus juga. Jadi saya melihat dalam konteks akomodasi titipan Jokowi, tengah-tengah saja, terlalu banyak ya nggak bagus dengan hubungan Jokowi. Tengah-tengah saja sesuai kebutuhan Prabowo," ujar dia.

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni merespons Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak mau partai-partai yang baru bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tiba-tiba mendapatkan jatah tiga kursi menteri.

Sahroni menyebut bisa saja partai-partai yang baru bergabung justru mendapat lebih dari tiga menteri.

Adapun Nasdem merupakan salah satu partai yang baru bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran usai Pilpres 2024 selesai digelar.

Nasdem tadinya merupakan pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

"Menarik untuk ditanyakan balik ke partai PAN ya. Memang benar ya partai yang baru gabung dapat 3 menteri? Rasanya malah dapat lebih deh," ujar Sahron, Jumat (24/5/2024).

Sahroni menyampaikan, sejauh ini belum ada pembicaraan antara Prabowo dan Nasdem terkait berapa kursi menteri yang akan mereka dapatkan.

Menurut dia, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh hanya menyampaikan bahwa Nasdem akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran tanpa pamrih.

Tanpa mendapat jatah menteri pun, kata Sahroni, Nasdem akan tetap mensukseskan pemerintahan selanjutnya.

"Iya itu prinsip Ketua Umum Surya Paloh, dukungan ke Pak prabowo untuk negara makin hebat, makin maju ke depannya," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PSI dan PBB Tak Tampak Ikut dalam Pertemuan Prabowo dengan Ketum Parpol KIM"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved