Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2024

Profil Arteria Dahlan - Ashabul Kahfi Anggota DPR RI yang Diperiksa di Makkah karena Dokumen

Arteria Dahlan dan Ashabul Kahfi ditangkap polisi karena dituduh sebagai calon haji ilegal.

|
Editor: Ansar
Kolase Tribun-timur.com
Profil Arteria Dahlan dan Ashabul Kahfi anggota DPR RI pernah ditangkap polisi ketika akan masuk ke Makkah. 

Sebelumnya, Arteria meniti karier di bidang hukum sebagai internship di kantor hukum Hadiputranto, Hadinoto & Partners dari 1999-2000.

Lalu, ia bekerja sebagai lawyer di kantor hukum Hutabarat, Halim & Rekan dari 2000-2002.

Pada tahun 2002-2005, Arteria bekerja sebagai Senior Lawyer di Bastaman & Co, dilanjutkan sebagai partner di kantor yang sama dari tahun 2005-2009.

Barulah pada tahun 2009, Arteria Dahlan membangun kantor hukum sendiri bernama Arteria Dahlan Lawyers.

Dikutip dari TribunnewsWiki.com, pada 23 Maret 2015, Arteria Dahlan dilantik menjadi Pejabat Antar Waktu (PAW) DPR-RI periode 2014-2019.

Kala itu, ia menggantikan Djarot Syaiful Hidayat yang menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Selama berkarier di bidang hukum, Arteria pernah menangani perkara pilkada calon-calon dari PDIP seperti Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki (Pemilihan Gubernur Jawa Barat), AA Ngurah Puspayoga (Pemilihan Gubernur Bali) dan Effendi Simbolon-Djumiran Abdi (Pemilihan Gubernur Sumatera Utara).

Riwayat Karier Arteria Dahlan di bidang hukum

- Pemilik Arteria Dahlan Lawyers sejak tahun 2009

- Partner Bastaman & CO 2005 - 2009

- Senior Lawyer Bastaman & CO 2002 - 2005

- Lawyer Hutabarat, Halim & Rekan 2000 - 2002

- Internship Hadiputranto, Hadinoto & Partners 1999 - 2000.

Profil Ashabul Kahfi

Ashabul Kahfi adalah politikus senior PAN.

Sebelum menjadi anggota DPR RI, Ashabul Kahfi sudah pernah tiga periode menjadi pimpinan DPRD di Sulawesi Selatan.

Ashabul Kahfi juga tercatat sudah empat periode menjabat sebagai ketua DPW di Sulsel.

"Kalau pengalaman mengurus partai, ya sudah sangat cukup. Meski tegas dan sigap, beliau ini orangnya sabar. Enak diajak bicara dan diskusi," kata Saleh Daulay kepada wartawan, Rabu (20/7/2022).

Selain itu, Kahfi dikenal sebagai aktivis sejak masih mahasiswa.

Dia adalah kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Pengalamannya sebagai pengurus organisasi masyarakat tentu tidak diragukan lagi.

"Pak Kahfi itu adalah kader Muhammadiyah. Almarhum ayahnya adalah Kiai Muhammadiyah yang sangat disegani. Kalau di Sulsel, insya Allah sudah sangat terkenal," ujarnya.

"Ketua Umum, bang Zulkifli Hasan, merasa bahwa Kahfi sangat tepat. Selain karena dari unsur Muhammadiyah, juga mengakomodir kader dari Indonesia Timur. Jadi, semua dapat. Termasuk pemerataan dan distribusi kader di AKD DPR RI," ujarnya.

Dilansir dari Tribuntimur.com, Ashabul Kahfi, maju dalam Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 untuk kursi DPR RI.

Kahfi maju di Daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan I.

Dapil I, meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar. Kahfi mendapat nomor urut 1 di partai besutan Zulkifli Hasan.

Dalam wawancaranya dengan tribuntimur.com, Kahfi mengaku mulai terjun ke dunia politik tahun 2004.

Di tahun yang sama, dia mencoba mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Sulsel dan terpilih.

Pada pemilihan berikutnya, 2009 dan 2014, Kahfi masih diberikan amanah hingga 2019 sebagai anggota legislatif.

"Selama hampir kurang lebih 15 tahun saya mengabdi untuk memperjuangkan aspirasi rakyat melalui DPRD Sulsel," kata Kahfi.

Kahfi lalu menjelaskan alasannya mengapa maju bertarung di Dapil Sulawesi Selatan I.

"Saya merasakan masih ada perjuangan aspirasi rakyat yang belum sampai untuk kesejahteraan masyarakat dan harus diperjuangkan melalui di Senayan (DPR-RI)," ujar Kahfi.

Dilansir kahfipan.wordpress.co, Ashabul Kahfi lahir di Butta Toa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 13 Maret 1961.

Ia menamatkan pendidikan menengahnya di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta.

Setelah cukup mengenyam pendidikan di kota gudeg, Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan sarjananya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar dan tamat tahun 1985.

Kemudian pascasarjana IAIN Alauddin tahun 1995.

Selepas kuliah, ia mengabdikan diri menjadi dosen di Almamaternya, IAIN dan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tercatat ia pernah menjadi dekan fakultas agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sejak masih belia, Ashabul Kahfi sudah terlibat berorganisasi di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan menjadi Ketua IPM Cabang Tamalate (1981), Ketua Lembaga Dakwah HMI Cabang Makassar (1982-1984), dan Ketua Koordinator Komisariat IMM IAIN Alauddin (1984-1986).

Di samping terlibat dalam organisasi ekstra kampus, Kahfi juga terlibat di organisasi internal kampus dengan menjadi Ketua BKPM IAIN Alauddin (1984-1986).

Terakhir ia diamanatkan sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (2000-2003) sebelum akhirnya meminta izin karena keterlibatannya dalam pencalonan anggota legislatif di pemilu 2004.

Karir Politik

Karir politiknya dimulai dari keterlibatannya dalam deklarasi Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan diawal-awal PAN berdiri.

Kemudian menjadi carateker gerakan muda PAN.

Ia pun menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan (2005-2010).

Di samping sebagai Ketua PAN, ia tercatat menjadi salah satu Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti (2004-2009).

Periode 2009-2014, kini ia kembali dipercaya menjadi salah satu pimpinan di DPRD Sulawesi Selatan

 (Tribunnews.com/Tribun-timur.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved