Polri
Profil Kombes Aswin Azhar Perwira Polri Pertama Terima Medali Perdamaian PBB, Andalan Densus 88
Ada enam perwira yang menerima penghargaan tersebut, satu diantaranya merupakan perwira Polri atas nama Kombes Aswin Azhar Siregar.
TRIBUN-TIMUR.COM - Untuk pertama kalinya, perwira TNI dan Polri menerima medali perdamaian dari PBB.
Ada enam perwira yang menerima penghargaan tersebut, satu diantaranya merupakan perwira Polri atas nama Kombes Aswin Azhar Siregar.
Dilansir dari Kompas.com, para perwira TNI dan Polri ini menerima penghargaan "Commemorative Medal of Peace" di markas United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss.
Lantas siapa sosok Kombes Aswin Azhar Siregar? berikut profil lengkapnya.
Sebelumnya, medali Perdamaian itu diberikan usai para perwira TNI dan Polri mengikuti kegiatan "Blue Helmets Day 2024" yang diselenggarakan pada Selasa (28/5/2024) hingga Selasa (4/6/2024).
Para perwira TNI terpilih tersebut dipimpin oleh Ketua Delegasi Brigjen Edwin Adrian Sumantha dengan anggota delegasi lainnya, yakni Kolonel Laut (P) Ario Sasongko, Kolonel Laut (S) Ferry Mulyadi, Kolonel (Mar) Arief Rahman Hakim, dan Kolonel (Adm) Tri Ambar Nugroho.
Kemudian, satu perwira Polri atas nama Kombes (Pol) Aswin Azhar Siregar.
“Peristiwa penerimaan penghargaan ini adalah merupakan suatu hal yang membanggakan bagi Indonesia, dikarenakan baru pertama kalinya Indonesia hadir dan mendapatkan penghargaan secara langsung di United Nations Office at Geneva (UNOG),” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, Minggu (9/6/2024).
Para perwira menerima penghargaan tersebut karena, pertama, telah menyelesaikan sesi akademik dengan hasil memuaskan di Universal Institute of Professional Management (UIPM) yang merupakan afiliasi dari UN-ECOSOC (Economy and Social Council) dan UNA-USA (United Nations Association of the United States of America).
Kedua, para perwira berperan secara aktif dan bekerja sama secara berkelanjutan dengan badan-badan PBB lainnya, seperti UN-ECOSOC, UNESCO, dan UNA-USA.
Kegiatan yang dilaksanakan utamanya adalah melakukan berbagai misi perdamaian, kegiatan kemanusiaan, dan andil dalam dunia pendidikan.
Kegiatan yang bertajuk "BLUE HELMETS DAY 2024" ini diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya oleh organisasi Soldiers of Peace International Association (SPIA) yang bermarkas di Lyon, Perancis.
SPIA merupakan satu-satunya organisasi non-pemerintah (NGO) yang mendapat kepercayaan dari PBB untuk mengadakan kegiatan tersebut.
Profil Kombes Azwin Ashar
Kombes Aswin Azhar Siregar adalah polisi yang berpendidikan tinggi.
Gelar terakhir adalah philosophy doctor atau doktor filsafat dari University of Leeds.
Perwira menengah asal Tapanuli Selatan Sumatera Utara ini meraih doktor 2018 lalu.
Tak hanya itu, alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan pertama ini sudah malang melintang di jabatan kepolisian.
Alumnus Akpol Angkatan 1993 ini bakal menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi.
Ia juga pernah bertugas di PBB bulan Mei 2001 hingga Mei 2002.
Selama ini, Kombes Aswin bertindak sebagai juru bicara Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Mencuat di Kasus Penembakan Dokter Sunardi
Detasemen Khusus 88 ( Densus 88 ) Mabes Polri menembak mati Dokter Sunardi.
Sunardi (54) membuka praktik di rumahnya di Kampung Bangunharjo RT 03/RW 07, Kelurahan Gayam, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Adalah Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar yang pertama kali membenarkan.
Aswin Azhar Siregar adalah polisi yang berpendidikan tinggi.
Gelar terakhir adalah philosophy doctor atau doktor filsafat dari University of Leeds.
Perwira menengah asal Tapanuli Selatan Sumatera Utara ini meraih doktor 2018 lalu.
Tak hanya itu, alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan pertama ini sudah malang melintang di jabatan kepolisian.
Alumnus Akpol Angkatan 1993 ini bakal menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi.
Ia juga pernah bertugas di PBB bulan Mei 2001 hingga Mei 2002.
Selama ini, Kombes Aswin bertindak sebagai juru bicara Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Ia juga adalah orang pertama yang mengungkapkan pemimpin terorisme asal Poso, Ali Kalora.
Alasan Dokter Sunardi Ditembak
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan, Sunardi tak melakukan perlawanan menggunakan fisik.
Menurut Aswin, tersangka melawan dengan cara menabrakkan mobil yang dikendarai, ke arah petugas yang akan menangkapnya.
Hal inilah yang membuat petugas memutuskan melakukan tindakan tegas.
"Tersangka melakukan perlawanan bukan dengan fisiknya, tetapi dengan menabrakkan kendaraannya kepada petugas," jelas Aswin saat dikonfirmasi, Jumat (11/3/2022).
Aswin menuturkan, perlawanan tersangka disaksikan oleh sejumlah warga yang akan menghentikan kendaraannya.
Tersangka terorisme, Dokter Sunardi yang ditembak mati Densus 88 Mabes Polri adalah alumnus UNS Fakultas Kedokteran angkatan 1986. (Facebook)
Bahkan, Sunardi juga menabrakkan kendaraannya kepada pengguna jalan lain.
"(Tersangka menabrak) kendaraan yang menghentikannya dan beberapa kendaraan masyarakat yang berada di jalan tersebut," beber Aswin.
Sementara, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, penembakan terhadap tersangka teroris merupakan upaya terakhir yang dilakukan oleh petugas di lapangan.
"Prinsipnya penegakan hukum adalah upaya akhir ketika upaya-upaya preventif sudah dilakukan oleh petugas di lapangan."
"Dan mereka dibekali diskresi yang bisa menilai situasi di lapangan," terang Dedi.
Menurutnya, petugas bisa menentukan apakah tersangka yang melakukan perlawanan bisa ditindak tegas atau tidak.
"Apabila membahayakan maka dapat dilakukan tindakan untuk melumpuhkan."
"Sesuai Perkap 1 dan 8 2009, serta secara universal petugas polisi di dunia melakukan hal tersebut."
"Apabila ada pelanggaran yang dilakukan anggota Propam akan menindak," paparnya.
Penembakan terhadap Sunardi sempat menjadi sorotan. Tersangka yang merupakan seorang dokter di lembaga kemanusiaan, diduga mengalami strok sejak lama.
Penyakit yang diderita Sunardi inilah yang mengundang spekulasi tersangka tak mungkin melakukan perlawanan. Fakta itu diungkap oleh salah seorang warganet di Twitter @doktervall.
"Fakta....almarhum Sunardi sdh menderita Stroke lama, butuh tongkat utk aktifitas
Layakkan beliau dibunuh spt itu ?"
"Kami mengutuk kalian yg jika mmg telah sengaja membunuh seorang pejuang kemanusiaan yg baik. @PBIDI ,mengapa bungkam? #PrayForDokterSunardi," seperti dilihat Tribunnews, Jumat (11/3/2022).(*)
| Dua Perwira Calon Jenderal Alumni Akpol 97 & 99 Wafat, Kombes Michael Dapat Kehidupan Kedua |
|
|---|
| Karier Moncer Dokter Nariyana Pecah Bintang dalam Setahun Dua Kali Promosi |
|
|---|
| Terbaru! Daftar Lima Kombes Pecah Bintang, Ada Bukan dari Akpol |
|
|---|
| Daftar 26 Polisi Berpangkat Komisaris Jenderal, Terbaru Alumnus Akpol 1991 Hendro Pandowo |
|
|---|
| Sosok AKP Seala Syah Alam, Polwan Akpol 2012, Komandan Penemu Jasad Alvaro |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Lima-perwira-TNI-dan-satu-perwira-Polri-menerima-penghargaan.jpg)