Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kronologi Pertemuan Prabowo dan Kapolri di Rumah Petinggi Gerindra, 2 Jam di Ruang Khusus

Pertemuan Prabowo dan Listyo Sigit berlangsung di rumah dinas petinggi Partai Gerindra.

Editor: Ansar
Kompas.com
Capres terpilih Prabowo Subianto didampingi Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad seusai bertemu Kapolri Jendrral Listyo Sigit Prabowo, Kamis (11/4/2024). Pertemuan itu dibalut silaturahmi idulfitri. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Calon Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dua jam.

Pertemuan Prabowo dan Listyo Sigit berlangsung di rumah dinas petinggi Partai Gerindra.

Keduanya beremu di momen lebaran hari kedua.

Hari kedua menjadi kesempatan buat Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah orang.

Namun, dari sekian banyak tokoh yang dijumpai, yang patut disorot adalah pertemuan Prabowo dan Listyo Sigit Prabowo.

Pertemuan tersebut entah disengaja atau tidak, terjadi di rumah dinas Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2024), yang kebetulan sedang menggelar open house.

Di waktu bersamaan, Prabowo dan Listyo tiba di rumah Dasco.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Prabowo dan Listyo Sigit berbincang cukup lama di ruang khusus kurang lebih selama dua jam.

Entah apa yang dibahas, yang pasti Dasco juga turut serta.

Setelah pertemuan yang cukup lama tadi, wartawan pun coba menanyakan pada Prabowo saat mau pulang.

Sayang, Prabowo enggan berkomentar saat ditanya mengenai pembicaraannya dengan Kapolri.

Dia hanya mengucapkan selamat Idul Fitri 1445 Hijriah pada awak media.

“Maaf lahir batin semuanya, namanya lebaran ya maaf lahir batin,” ujar Prabowo.

Acara open house itu juga diikuti oleh sejumlah elite Partai Gerindra, seperti Wakil Ketua Umum Sugiono, Habiburokhman, dan Juru Bicara Partai Gerindra Andre Rosiade.

Tak hanya itu, elite partai politik (parpol) di Koalisi Indonesia Maju (KIM) juga nampak hadir.

Sebut saja, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta dan Fahri Hamzah, serta politikus Partai Golkar Nusron Wahid.

Pengamat politik Ujang Komaruddin menilai langkah Ketua Umum Partai Gerindra dan presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan ke sejumlah tokoh di hari kedua lebaran merupakan bentuk dari gestur merangkul dan saling menghormati.

Menurut Ujang, kunjungan Prabowo ke para kerabatnya itu menunjukkan kualitas kenegarawanannya karena sikap ini dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

“Nah, ketika momentum Idul Fitri saat ini, Pak Prabowo ketika ketemu dengan ketum-ketum partai menunjukkan seorang pemimpin yang menunjukkan kelasnya," ucapnya.

"Artinya, sangat menghormati ketum-ketum partai itu, bahkan juga mengajak memimpin bangsa,” imbuh Ujang, Jumat (12/4/2024).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Sufmi Dasco Ahmad
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Sufmi Dasco Ahmad seusai ngobrol dengan Prabowo Subianto. (kompas.com)

Seperti diketahui, pada momen lebaran hari kedua ini, selain kembali bersilaturahmi mengunjungi Presiden RI Joko Widodo santap sarapan pagi bersama, Prabowo juga menyambangi beberapa kediaman beberapa kerabatnya.

Seperti Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Menko Perekonomian dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Ujang mengatakan sikap Prabowo ini konsisten dengan apa yang ditunjukkannya selama ini, khususnya saat kontestasi pemilu, di mana Prabowo beberapa kali mengatakan akan merangkul semua pihak untuk sama-sama membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Pak Prabowo presiden terpilih Republik Indonesia ke-8, itu menunjukkan gesture sikap yang memiliki egaliter artinya kesamaan dan saling menghormati satu sama lain, tidak pernah menyerang lawan politiknya dan lebih banyak menunjukkan sikap patriotisme kenegarawanan. Prabowo mendapatkan tempat di hati masyarakat,” lanjut Ujang.

Menurut Ujang, dengan sikap Prabowo yang konsisten merangkul ini Indonesia memiliki kesempatan besar untuk lebih maju.

“Saya meyakini, sikap Prabowo tersebut penting. Dengan prinsip kesamaan dan prinsip saling menghormati serta menjaga kesatuan dan persatuan dan bekerja bersama-sama.

Saya juga melihat bangsa Indonesia bisa lebih maju di bawah kepemimpinan Prabowo,” tutur Ujang.

Tak Butuh Oposisi

Pemerintah selanjutnya yang dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih diinginkan tanpa oposisi.

Hasrat atau keinginan pemerintahan Prabowo-Gibran tanpa oposisi ini diutarakan elit Partai Golkar.

Bahkan demi mewujudkan pemerintahan tanpa oposisi tersebut, Golkar rela jatah kursi menteri di Kabinet Prabowo-Gibran berkurang dan dialihkan ke PDIP.

Bambang Soesatyo, Wakil Ketua Umum Partai Golkar awalnya memberikan tanggapannya mengenai jatah menteri untuk PDI Perjuangan atau PDIP jika partai tersebut bergabung dalam koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.

Ketika seorang wartawan bertanya apakah dia tidak khawatir jika jatah menteri untuk Golkar berkurang apabila PDIP juga bergabung, Bamsoet menegaskan bahwa penentuan menteri dalam kabinet adalah hak prerogatif presiden terpilih.

"Nah itu prerogatif presiden terpilih nanti," kata Bamsoet seusai menghadiri acara open house di rumah dinas Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan pada Kamis (11/4/2024).

Bamsoet mengajak Prabowo merangkul pasangan Ganjar Pranowo - Mahfud MD masuk ke dalam pemerintahan 2024-2029.

"Sebetulnya dua ini (Prabowo dan Ganjar) kan sahabat," ungkapnya.

Baca juga: Elit Gerindra Bocorkan Manuver Prabowo Dekati Ketua PDIP Megawati Manfaatkan Momentum Idul Fitri


Bamsoet berharap Prabowo dan Ganjar bisa merekonsiliasi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil sengketa Pilpres 2024.

"Diharapkan dua sahabat yang sempat terpisah karena kompetisi untuk bisa merajut kedua tim ini untuk rekonsiliasi," ujarnya.

Tidak Butuh Oposisi

Bahkan, Ketua MPR RI ini berpendapat bahwa Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak perlu ada oposisi.

"Bahkan kalau perlu kita enggak butuh oposisi, kita butuh gotong royong, kita butuh demokrasi gotong royong, enggak dibutuhkan lagi oposisi," ucapnya.

Karenanya, dia mendukung jika Prabowo akan merangkul semua partai politik (parpol) yang ada di parlemen.

"Saya mendukung jika Pak Prabowo merangkul semua parpol yang di parlemen untuk bersatu membangun bangsa ini ke depan," ungkap Bamsoet.

Menurut Bamsoet, pengawasan atau checks and balances terhadap jalannya pemerintahan tetap dilakukan meskipun semua parpol bergabung.

"Bersatu itu bukan berarti checks and balances tidak hidup. Kita bisa musyawarahkan dalam sistem demokrasi kita sendiri," tuturnya.

Dia mencotohkan dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerapkali terjadi perbedaan pandangan antara parpol pendukung.

Manuver Prabowo Temui Megawati

Ke mana PDIP akan berlabuh? Dua pilihan, bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto atau menjadi oposisi. Pertanyaan besar yang dinantikan publik.

Dua kali Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani mendatangi kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Sebab, Rosan menjadi satu-satunya rival politik pada Pilpres 2024 yang datang ke rumah Megawati untuk bersilaturahmi.

Sebetulnya, Megawati tidak mengadakan open house, tetapi dia menerima kunjungan silaturahmi para sahabat.

Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah menyebutnya sebagai "open house terbatas".

Hal yang menarik, Rosan sampai dua kali di hari yang sama menyambangi kediaman Megawati.

Pertama, Rosan terlihat mendatangi rumah nomor 27A itu pada pagi hari berbarengan dengan kedatangan sejumlah elite PDI-P.

Kedua, sore hari Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kembali mendatangi kediaman Megawati yang cukup mengagetkan awak media.

Dua kali datangi Megawati Catatan Kompas.com, Rosan Roeslani mendatangi rumah Megawati bersama istrinya pukul 10.40 WIB, tetapi hanya lima menit keduanya meninggalkan kediaman Megawati.

Saat itu Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa Rosan datang untuk menyampaikan selamat Idul Fitri kepada Megawati.

Namun, Hasto tak memastikan apakah Rosan dan Megawati saling bertemu secara fisik.

"Tadi hanya menyampaikan salam kepada Ibu Mega, karena kemarin juga pesan Mas Rosan akan hadir itu sudah disampaikan kepada ibu," ujar Hasto ditemui di kediaman Megawati.

Sore hari, sekitar pukul 15.04, Rosan bersama istrinya kembali mendatangi kediaman Megawati.

Kali ini Rosan menggunakan peci hitam, tak seperti kunjungan pada pagi harinya. Rosan tercatat berada si kediaman Megawati selama kurang lebih 90 menit.

Tak seperti kunjungan pertamanya yang hanya lima menit.

Namun, Rosan htidak memberikan komentar sedikit pun pada awak media usai kunjungannya yang kedua ini. Ia bersama istrinya, pergi meninggalkan rumah Megawati pada pukul 16.38 WIB menggunakan mobil sedan Lexus warna hitam.

Hasto kembali berkomentar tentang kunjungan kedua kalinya dari Rosan Roeslani. Ia mengungkapkan, Rosan berkunjung hingga dua kali karena belum sempat bersalaman dengan Megawati.

"Karena tadi (Rosan) belum sempat salaman sama Ibu Mega," kata Hasto.

Saat datang pertama kali pada pagi hari, Rosan belum bertemu Megawati. Megawati masih berada di dalam menerima tamu para sahabatnya.

"Karena tadi pagi pas Mas Rosan datang Ibu masih di dalam, sehingga kemudian setelah semua tamu-tamu berdatangan siang hari, kemudian Mas Rosan datang kembali," ungkap politikus asal Yogyakarta ini.

Megawati titip pesan Hasto yang mengaku mendampingi pertemuan Megawati dan Rosan Roeslani mengatakan, Megawati menitipkan pesan kepada Rosan dan TKN Prabowo-Gibran yang justru adalah rival politiknya pada Pilpres 2024.

Pesan yang dititipkan Megawati sederhana, yaitu tentang semangat perjuangan.

"Ya pesan-pesan semangat perjuangan tadi ke Mas Rosan tadi yang berasal dari pengalaman Ibu sehingga Mas Rosan mengatakan 'Aduh pengalaman Ibu ternyata sangat luar biasa, penuh semangat juang," ungkap Hasto.

Saat menerima Rosan, Megawati juga rupanya tidak sendirian.

Presiden kelima RI itu didampingi oleh Hasto, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas dan Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Tidak ada pesan khusus yang dititipkan Prabowo Subianto pada Rosan untuk Megawati. Hal ini diungkapkan oleh Hasto ketika ditanya apakah Rosan menyampaikan pesan khusus dari Prabowo untuk Megawati.

"Tidak ada (pesan khusus dari Prabowo). Jadi ini murni silaturahim dalam rangka Idul Fitri, saling maaf memaafkan, dan tidak ada yang terkait dengan politik kekuasaan," kata Hasto.(*)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved