Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemilihan Rektor UNM Diulang

Prof Karta Jayadi Temui Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian Usai Ikuti Pemilihan Rektor UNM

Calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) nomor urut 3, Prof Karta Jayadi bertemu dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Calon Rektor UNM Prof Karta Jayadi ditemui di Menara Pinisi UNM, Kamis (4/4/2024) siang. Usai ikuti Pilrek UNM, Prof Karta Jayadi bertemu dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) nomor urut 3, Prof Karta Jayadi bertemu dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi.

Pertemuan itu setelah dirinya mengikuti proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) calon Rektor UNM di Gedung Pinisi UNM, Kamis (4/4/2024) siang.

Ia merasa perlu untuk segera bertemu dengan kapolda Sulsel.

Dalam beberapa kesempatan, ia memperlihatkan hasil percakapan melalui WhatsApp dengan Irjen Andi Rian.

Di mana, Prof Karta Jayadi sebelumnya berkeinginan ingin menghadap ke Irjen Andi Rian.

Dalam isi percakapan itu, Karta Jayadi menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatannya.

Sebab, ia terlebih harus mengikuti proses pemilihan rektor UNM periode 2024-2028.

"Saya sangat buru-buru, saya mau menghadap ke Pak Kapolda Sulsel. Ini balasannya, silahkan," kata Prof Karta Jayadi sembari perlihatkan bukti obrolannya dengan Andi Rian kepada Tribun-Timur.com.

Kendati demikian, ia tak membeberkan maksud dan tujuan pertemuan itu.

Pun demikian dengan lokasi pertemuannya.

3 Nama Calon Rektor UNM Dikirim ke Kemendikbudristek Dikti

Sebelumnya, sebanyak tiga nama calon rektor UNM akan dikirim ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). 

Hal ini menyusul hasil pemilihan lima bakal calon rektor UNM periode 2024-2028 yang telah dilakukan oleh senat.

Pemilihan bakal calon dilaksanakan di ruang Sidang Senat Lantai 14 Menara Pinisi UNM, Jl AP Pettarani, Makassar, Kamis (4/4/2024).

Panitia pemilihan rektor UNM telah menetapkan tiga nama calon rektor.

Total ada lima profesor yang bersaing merebut tiga besar calon rektor.

Mereka antara lain Prof Hasnawi Haris, Prof Ichsan Ali, Prof Hasmyati, Prof Karta Jayadi, dan Prof Eko Hadi Sujiono.

Berdasarkan hasil pemilihan, tiga nama segera dikirim ke Kemendikbud Ristek.

Baca juga: BREAKING NEWS: Menang Telak di PSU, 11 Suara Prof Hasmiyati Dibegal Pemilihan Rektor UNM

Pertama, Prof Hasmiyati, dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIK) UNM ini berhasil meraih suara terbanyak.

Dengan total 40 suara, mengungguli empat calon lainnya. 

Di posisi kedua, Prof Karta Jayadi berhasil memperoleh 14 suara.

Sedangkan Prof Hasnawi Haris hanya mendapatkan lima suara. 

Calon yang gagal masuk tiga besar, yaitu Prof M Ichsan Ali 3 suara dan Prof Eko Hadi Sujiono 1 suara.

"Hari ini saya sebagai ketua senat akan melaporkan ke Kemendikbudristek hasil pemilihan balon rektor," kata Ketua Senat UNM Prof Dr Jamaluddin.

Prof Jamaluddin menyampaikan harapan agar para kandidat yang bersaing bisa menerima hasil pemilihan.

"Anggota senat yang berjumlah 64 orang tentu mengharapkan kepada bakal calon yang sudah tadi menjadi tiga calon itu dengan tangan terbuka dan ikhlas menerima hasil pemilihan pada hari ini," katanya.

Prof Hasmyati Unggul Telak

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Prof Hasmyati, kembali berhasil meraih kemenangan telak dalam proses penyaringan Calon Rektor UNM.

Dari lima calon yang bersaing, Prof Hasmyati berhasil menonjol dan memperoleh dukungan 40 suara.

Baca juga: 3 Nama Calon Rektor UNM Dikirim ke Kemendikbudristek Dikti, Prof Ichsan Ali dan Prof Eko Gagal

Calon lain yang turut bersaing dalam proses ini termasuk Prof Hasnawi Haris, Prof Ichsan Ali, Prof Karta Jayadi, dan Prof Eko Hadi Sujono. 

Adapun Prof Karta Jayadi menempati suara tertinggi kedua dengan perolehan 14 suara.

Sementara Prof Ichsan Ali hanya meraih tiga suara.

Prof Eko Hadi Sujono meraih 1 suara.

Adapun total jumlah suara sah 63 dan jumlah suara abstain 1.

Hal itu dibenarkan Ketua Senat UNM Prof Jamaluddin.

"Prof Haedar absen dalam pemilihan," singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, hari ini, Kamis (4/4/2024), Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar ulang pemilihan rektor. 

Pemilihan Rektor (Pilrek) dilangsungkan di Ruang Senat Lantai 14 Menara Pinisi UNM pada pagi.

Ketua Senat UNM, Profesor Jamaluddin, tiba sekitar pukul 09.50 Wita. 

Seiring dengan kedatangannya, anggota senat lainnya pun berdatangan satu per satu untuk memasuki ruang sidang tempat pemilihan 5 calon rektor.

Dalam kesempatannya, Prof Jamaluddin menegaskan bahwa pemilihan rektor dilakukan secara tertutup. 

"Pemilihannya tertutup, untuk hasil nanti akan diumumkan," ujar Prof Jamaluddin.

Sementara itu, suasana di luar ruangan terlihat sibuk dengan para anggota senat yang bergerak aktif. 

Prof Jamaluddin sendiri terlihat mondar-mandir sambil menggenggam telepon selulernya.

Demikian pula dengan beberapa anggota senat lainnya.

Adapun mantan Dekan FBS UNM, Prof Syukur Saud, juga turut hadir berjas senat UNM.

Baca juga: UNM Tegaskan Tak Ada Kerja Sama Magang ke Jerman Tapi Ada 2 Mahasiswa Korban, Rektor: Ilegal

Pukul 10.25 Wita, Rektor UNM Prof Husain Syam memasuki ruang pemilihan.

Sebelumnya diberitakan, Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2024-2028 diulang.

Rencananya pemungutan suara penyaringan calon rektor UNM digelar pada Kamis (4/4/2024) dua hari mendatang.

Selain itu pemaparan visi dan misi bakal calon rektor juga diulang.

“Tadi saya diberi amanah senat sebagai panitia, sudah rapat senat menjelaskan surat dari Kemendikbud menyampaikan proses tetap berlanjut tapi visi misi diulang kembali,” kata Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Hamsu Abdul Gani kepada Tribun-Timur.com di Makassar Selasa (2/4/2024).

Setelah pemaparan visi misi dilanjutkan pemungutan suara ulang penyaringan calon rektor UNM. “Sudah itu lanjut pemilihan lagi,” kata Hamsu.

Hamsu Abdul Gani mengatakan, Kemendikbudristek merekomendasikan pemungutan suara ulang demi harmonisasi antar calon.

“Alasan kementerian demi harmonisasi UNM. Kementerian bilang kita sayang UNM, tapi ada masukan dari calon lalu seperti ini bunyinya maka kementerian instruksikan visi misi dan pemungutan suara diulang supaya harmonis,” kata Hamsu Gani.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved