Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

6 Versi Bacaan Doa Iftitah dalam Sholat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Membaca doa iftitah ini juga termasuk anjuran dari Rasulullah SAW dan bahkan menjadi kebiasaan Beliau ketika hendak menjalankan ibadah sholat.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
Grafis Tribun Timur/ Muhlis
Ilustrasi sholat - Simak 6 versi bacaan doa iftitah dalam sholat dilengkapi dalam bahasa Arab, latin, dan artinya. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Simak 6 versi bacaan doa iftitah dalam sholat.

Bacaan doa iftitah ini dilengkapi dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

Doa iftitah adalah doa yang dibacakan dalam sholat setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al Fatihah.

Membaca doa iftitah ini juga termasuk anjuran dari Rasulullah SAW dan bahkan menjadi kebiasaan Beliau ketika hendak menjalankan ibadah sholat.

Pernah suatu kali, Beliau ditanyakan oleh seorang sahabatnya mengenai hal ini dan kemudian diabadikan dalam hadits riwayat Abu Hurairah.

“Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam ketika takbir dalam shalat, beliau diam sejenak sebelum membaca ayat Al-Qur’an. Kemudian aku bertanya, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan nama ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat Al-Qur’an. Apa yang engkau baca? Beliau menjawab:… (beliau membacakan doa istiftah/iftitah)” (Muttafaq ‘alaih).

Doa Iftitah ada berbagai versi, bisa dipilih salah satunya.

Khazanah Islam kali ini, Tribun-Timur.com akan menyajikan 6 versih bacaan doa iftitah.

6 Versi Bacaan Doa Iftitah

Keberadaan doa iftitah ini ternyata memiliki beberapa bentuk didasarkan pada riwayat-riwayat hadits.

Ada doa iftitah dengan versi singkat yang dapat dibaca sesuai dengan kondisi kita, terutama jika kita tengah tidak memiliki waktu banyak.

Namun jika kita tidak sedang terburu-buru, maka dapat membaca bacaan doa iftitah yang secara umum.

Dalam kitab Nihayatuz Zain juga menyebutkan apa saja macam-macam doa iftitah tersebut, yakni:

1. Doa Iftitah Singkat Versi 1

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً

Allohu akbar kabiroo wal hamdu lillaahi katsiiroo wa subhaanalloohi bukrotaw wa asyiilaa

Artinya : “Allah Maha Besar dengan sebesar besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang”.

Dalam doa iftitah singkat yang pertama ini dapat diterapkan ketika diri kita tengah dalam keadaan yang tak punya banyak waktu alias tengah tergesa-gesa.

Baca juga: Bacaan Doa Iftitah dalam Sholat Setelah Takbiratul Ihram Lengkap Arab dan Artinya

Awalnya, doa ini dipanjatkan oleh seorang sahabat Nabi dan Rasulullah SAW kemudian menanggapinya dengan bersabda “Aku kagum dengan doanya, pintu langit terbuka karena doa iftitah tersebut”.

2. Doa Iftitah Singkat Versi 2

الْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُباَرَ كًا فِيهِ

Alhamdulillahi hamdan kasiiroon toyyiban mubaarokan fiihi.

Artinya : “Segala puji hanya bagi Alloh dengan pujian yang sangat banyak, baik dan penuh berkah.”

3. Doa Iftitah Umum Versi 1

Disebut dengan doa iftitah umum karena banyak dibaca oleh para umat muslim terutama di Indonesia dalam dua organisasi Islam.

Doa iftitah versi ini tidak terlalu panjang bacaannya, sehingga dinilai pas dan cukup untuk dibaca ketika tengah menjalankan ibadah salat dan dalam kondisi tidak tergesa-gesa.

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Alloohu akbar Kabiroo Wal hamdu lillaahi Katsiiroo, Wa Subhaanalloohi Bukrotan Wa’asyiilaa.

Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fathoros Samaawaati Wal Ardho Haniifan Musliman Wa maa Anaa Minal Musyrikiin.

Inna Syolaatii Wa Nusukii Wa Mahyaa ya Wa Mamaatii Lillaahi Robbil ‘Aalamiina.

Laa Syariika lahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji hanya bagi Allah dengan pujian yang sangat banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang.

Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau tunduk, dan aku tidak termasuk dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sungguh shalatku, ibadahku, hidupku matiku hanyalah untuk Allah Tuhan alam Semesta, yang tidak punya sekutu bagi-Nya. Dengan demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Baca juga: Wasiat Rasulullah: Kerjakan Sholat Witir Sebelum Tidur

4. Doa Iftitah Umum Versi 2

Dalam doa iftitah versi kedua ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yang ternyata juga biasa dibaca oleh Rasulullah SAW ketika tengah menunaikan ibadah salat wajib.

Berikut bacaan doanya:

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ

اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi.

Allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas.

Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji.

Artinya :

“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana engkau menjauhkan timur dan barat.

Ya Allah, bersihkanlah aku dan kesalahan kesalahanku, sebagaimana baju putih yang dibersihkan dari kotoran.

Ya Allah, cucilah (hati)ku dari kesalahan kesalahan dengan air dan salju.”

5. Doa Iftitah Umum Versi 3

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالْاَرْضَ حَنِيفًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ

شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Innii wajjahtu wajhiya lil ladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifan mushliman wa maa ana minal musyrikiin, innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillahi rabbil aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya :

“Sungguh aku hadapkan wajahku kepada Allah pencipta langit dan dengan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sungguh shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan demikian aku diperintahkan. Aku adalah orang yang pertama berserah diri”

6. Doa Iftitah Versi Panjang

Dalam doa iftitah yang memiliki versi panjang ini dapat dibaca apabila diri kita tengah mengharapkan hubungan yang intens dengan Allah SWT.

Bacaan iftitah versi ini juga dapat dibaca ketika melaksanakan salat malam, sebab pada saat itu diri kita sudah terlepas dari tuntutan waktu dan pekerjaan.

Berdasarkan pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, terkadang juga Rasulullah SAW membaca doa iftitah versi panjang ini ketika tengah menjalankan salat sunnah. Nah, berikut ini adalah bacaan doanya:

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ

اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ

اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا

اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ

وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ

اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho hanifan wa maa ana minal musyrikiin.

Inna sholaatii wa nusukii, wa mahyaa ya wa mamaatii lillahi rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Allohumma antal malika laa ilaha illaa anta, anta rabii wa anaa ‘abuka dzolamtu nafsii wa’taraftu bidzambii faghafirlii dzunuubii jamii’aa.

Innahu laa yaghfirudz dzunuuba ilaa anta, wahdinii li ah sanil akhlaaqi laa yahdii li ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi ahaa, laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illa anta.

labbaika wa sa’daika, wal khoiru kulluhu bi yadaika, wasyarru laisa ilaika.

ana bika wa ilaika tabaarakta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya :

“Aku menghadap kepada Tuhan sang Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang musyrik.

sungguh shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah. Tuhan sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim.

Ya Allah, Engkau adalah raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Engkau TuhanKu dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan).

Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sungguh tak akan ada yang mampu mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.

Bimbing aku pada akhlak yang terbaik, tidak akan ada yang bisa kecuali Engkau.

Hindarkan aku dari akhlak yang jelek, tidak akan ada yang bisa, kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita, seluruh kebaikan di kekuasaanMu, kejelekan tidak dinisbatkan kepadaMu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rahmat-Mu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha suci Engkau serta Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.”

Kaidah Membaca Doa Iftitah

Dalam membaca doa iftitah ini tentu saja memiliki kaidahnya tersendiri yang tidak boleh dilanggar.

Berikut ini adalah kaidah atau urutan dalam membaca doa iftitah dalam pelaksanaan ibadah sholat:

1. Doa iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama saja.

2. Doa iftitah dibaca setelah Takbiratul Ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah.

3. Jika lupa membaca doa iftitah di rakaat pertama, boleh membacanya di rakaat berikutnya.

4. Bagi makmum masbuk alias mereka yang datang terlambat dan tertinggal oleh bacaan Al-Fatihah oleh imam, maka diperbolehkan untuk tidak membacanya.

Hukum Baca Doa Iftitah

Hukum mengucapkan iftitah dalam salat dianggap sebagai sunnah.

Membacanya dapat dilakukan baik ketika salat fardu maupun salat sunnah.

Ucapan doa iftitah pasca takbiratul Ihram merupakan amanat yang diajarkan oleh Nabi SAW.

Iftitah menjadi manifestasi penghargaan, pujian, dan penyembahan terhadap Allah SWT.

Banyak sekali hadis yang mencatat bahwa Rasulullah SAW sangat mendorong untuk mengucapkan doa iftitah ini.

Meski sebagian besar ulama menyatakan bahwa membaca doa iftitah hanya bersifat sunnah dan tidak akan membatalkan salat jika tidak diucapkan.

Namun bagi kita yang bertekad untuk menjalankan sunnah Nabi SAW dan melaksanakan perintahnya sebagaimana sabda beliau.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved