Lestarikan Budaya Bangsa, Aliyah Edukasi Masyarakat Tentang Jamu Aman, Bermutu dan Bermanfaat
pentingnya menyajikan jamu segar, atau langsung dikonsumsi, ataupun jika dilakukan penyimpanan di lemari es, maksimal 3 hari.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jamu merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia, yang hingga kini masih terus dipercaya mampu memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Namun seiring berkembangnya zaman, kini telah banyak ditemui beredarnya jamu-jamu yang tidak lagi menggunakan 100 persen bahan alami. Beberapa produsen yang tidak bertanggung jawab, mencampurkan bahan kimia ke dalam ramuan jamu, agar konsumen dapat merasakan manfaatnya secara instan.
Hal ini tentu saja dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh, sehingga masyarakat selaku konsumen penting untuk mengetahu dan mengenali jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat.
"Masyarakat jika memahami, dapat secara mandiri meramu jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat, dengan edukasi, mengenal berbagai manfaat rempah-rempah yang menjadi kekayaan alam Indonesia, dan menjadi salah satu alternatif menjaga stamina," ungkap Aliyah Mustika Ilham, di STIE Amkop, Sabtu (3/2).
Aliyah Mustika Ilham, legislator DPR RI, Komisi IX dari partai Demokrat, yang secara intens melakukan edukasi kepada masyarakat khususnya terkait bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.
"Salah satu bentuk kecintaan akan negeri, dengan memperhatikan kualitas kesehatan masyarakat. Karena kesehatan merupakan aset yang berharga, jika masyarakat sehat maka negara pun akan menjadi negara yang tangguh," ungkapnya.
Selain itu, menjaga kelestarian budaya Indonesia, sebagai warisan leluhur juga menjadi tanggung jawab kita bersama, karena Indonesia kaya akan berbagai macam tumbuhan obat yang menjadi bahan baku jamu, dan mudah ditemui di lingkungan sekitar.
Edukasi ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, sebagai bagian dari program Germas, dan menghadirkan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Makassar, drg Adi Novrisa, M.Tr,Adm, Kes.
Dalam kesempatan tersebut, drg Adir Novrisa memaparkan berbagai pengetahuan dasar yang patut dipahami oleh masyarakat, salah satunya tentang pentingnya menyajikan jamu segar, atau langsung dikonsumsi, ataupun jika dilakukan penyimpanan di lemari es, maksimal 3 hari.
"Jamu dapat digunakan untuk menjaga kesehataan, kebugaran dan kecantikan, serta dapat membantu pemulihan kesehatan dan pencegahan penyakit," lanjutnya.
Jamu harus memenuhi kriteria aman, bermutu dan bermanfaat. Hal ini dapat diketahui jika jamu tersebut telah digunakan secara turun temurun, menggunakan bahan obat, dan tidak ditambahkan bahan kimia.
"Perlu dipahami manfaat jamu dapat dirasakan jika digunakan secara teratur dan sesuai dengan tujuan penggunaan, dan efek penyembuhan tidak dapat dirasakan secara langsung, " paparnya.
Selain pengenalan tentang pembuatan jamu yang aman, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan secara gratis, guna mendeteksi secara dini adanya penyakit tidak menular seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.
| Menuju Musda Golkar Sulsel, Podcast Tribun Timur Kupas Siapa Paling Layak Jadi Ketua |
|
|---|
| Camat: 1 Jam Sampah Ujung Tanah Sudah Harus Terangkut |
|
|---|
| Pete-pete Laut Launching Mei 2026, Layanan Transportasi Antarpulau di Makassar |
|
|---|
| Suasana Warga Antre Setor Sampah Nonorganik di BSU Makkio Baji |
|
|---|
| TPS3R Karebosi Jadi Lokasi Edukasi, Puluhan Santri Belajar Kelola Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Aliyah-Jamu.jpg)