Santri DDI Mangkoso Barru Ujian Nasional Berbahasa Arab
Namun para santri tersebut melaksanakan ujian berstandar nasional dengan menggunakan bahasa Arab.
Penulis: Darullah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNBARRU.COM, MANGKOSO - Santri Diniyah Formal (PDF) Wustha DDI Mangkoso, Kabupaten Barru melaksanakan Ujian Nasional dengan bahasa Arab.
Ujian Nasional Santri Diniyah Formal ini tidak menggunakan bahasa Indonesia sebagaimana sekolah atau madrasah pada umumnya.
Namun para santri tersebut melaksanakan ujian berstandar nasional dengan menggunakan bahasa Arab.
PDF Wustha DDI mangkoso adalah lembaga satuan pendidikan keagamaan formal dengan ciri khas kajian literasi kitab kuning yang setara dengan Madrasah Tsanawiyah (SMP) berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.
Ujian Akhir Pendidikan Diniyah Formal Berstandar Nasional (UAPDFBN) atau imtihan wathani PDF Wustha DDI mangkoso dilaksanakan pada sejak 1-3 Februari 2024.
Ujian nasional tersebut diikuti oleh 4.700 santri di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 46 lembaga PDF Wustha, dan 64 peserta diantaranya dari santri PDF Wustha DDI mangkoso.
Kepala PDF Wustha DDI Mangkoso, Ustadz Muh Idrus Addary menyampaikan bahwa pelelaksanaan imtihan wathani tahun ini merupakan yang ke 4 kalinya setelah memperoleh izin operasional pada 2018 yang lalu.
"Semua peserta mengikuti ujian dengan Computer Based Test (CBT) dengan soal berbahasa Arab," ujarnya kepada TribunBarru.com, Sabtu (3/2/2024).
Pihaknya memaparkan bahwa secara berturut-turut pelajaran yang diujikan pada hari pertama yaitu Tafsir dan Bahasa Arab.
Kemudian di hari kedua Hadis dan hari terakhir Nahwu Sharaf dan Fiqhi.
Sementara kepala Kementrian Agama Barru, H Jamaruddin menjelaskan bahwa penyelenggaraan ujian nasional ini adalah upaya untuk mengukur tingkat pemahaman pembelajaran santri selama 3 tahun lamanya.
"Di samping itu, juga untuk memberi motivasi kepada seluruh peserta agar selalu percaya diri," ujarnya.
Dalam pelaksanaan ujian nasional ini, turut hadir sekretaris jenderal Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF) Kiai Daden Abdullah M, Syakir sebagai perwakilan pemantau ujian dari Kemenag Pusat, H Muhlis Hakim Kasi PD Pontren beserta jajarannya, Ustadz Muhammad Agus dan Ustadz Ahmad rasyid mewakili pimpinan pondok pesantren dan para Asatidz PDF.
Laporan jurnalis TribunBarru.com, Darullah
| Tolak Conch, Aktivis Walk Out dari RDP DPRD Barru: Tak Ada Investasi Boleh Tumbuh di Lahan Ilegal |
|
|---|
| Muhammadiyah Puji Langkah Sigap Polres Barru, Minta Kasus Pelarangan Ibadah Tetap Diusut |
|
|---|
| Muhammadiyah Apresiasi Gerak Cepat Polres Barru, Dorong Kasus Pidana Masjid Nurut Tajdid Diproses |
|
|---|
| Jemaah Muhammadiyah Dilarang Salat Idul Fitri di Barru, Kini Pimpinan Lapor Polisi |
|
|---|
| Alasan Buludua Coffee Jadi Rest Area Viral di Soppeng, Lokasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ujiaan-nasioonal-11.jpg)