Peringati HPRL ke-78, Warga Luwu Raya Kenang Perjuangan 1946 di Rujab Gubernur
HPRL diperingati untuk mengenang fase heroik mempertahankan kemerdekaan masyarakat Luwu Raya pada 24 Januari 1946.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menikmati malam ramah tamah memperingati Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-78 di Aula Tudang Sipulung, Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu (13/1/2024) malam.
Rujab Gubernur Sulsel jadi wadah silaturrahmi warga Luwu Raya se-Sulsel.
Hadir Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Muh Arsjad, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Ketua DPP KKLR Arsyad Kasmar, Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali, Pj Walikota Palopo Asrul Sani.
"Ini jadi kalender tetap memeriahkan hari perlawanan luwu. Hanya ini acara mempersatukan kita dengan membuang semua simbol," tegas Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali.
HPRL diperingati untuk mengenang fase heroik mempertahankan kemerdekaan masyarakat Luwu Raya pada 24 Januari 1946.
Idwar Anwar menceritakan peristiwa ini dilatarbelakangi dua aspek yakni Religius dan Kultural.
"Aspek religius dapat dilihat ketika perlakuan belanda ke Masjid dan Al-Quran," jelas Idwar Anwar.
Saat itu, pasukan Belanda secara brutal masuk ke Masjid lengkap dengan sepatu bahkan sampai merobek kitab Al-Quran.
Hal ini menimbulkan kemarahan dari umat muslim di Luwu.
Kemudian di aspek kultural saat penjajah Belanda megacak-acak rumah salah satu kepala distrik.
Dengan penuh kekerasan pasukan Belanda mencari senjata Jepang yang disita pasukan Luwu Raya.
Keadaan tersebut kembali memantik kemarahan hingga perlawanan Luwu Raya
Sementara itu, Pj Sekda Sulsel Muh Arsjad mengakui tanah Luwu Raya sangat kaya.
"Secara ekonomi, potensi tanah luwu melimpah dari sektor pertanian, perikanan dan pertambangan. Ini sejatinya kita jaga dalam skala besar," kata Muh Arsjad.
Pemprov Sulsel disebutnya sedang dalam misi memanfaatkan lahan tidur.
Ragam program pun turut menyasar tanah Luwu.
"Besar harapan saya tanah Luwu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya yakin ekonomi kita berkembang," lanjutnya.
Mewakili Datu Luwu ke 40, Andi Saddawero Kira Maddika Ponrang menyebut momen HPRL ke-78 sebagai penanda Luwu memiliki potensi strategis dan dapat diperhitungkan.
"Kita juga berbangga sampai saat ini kedatuan Luwu tetap eksis sebagai satu lembaga adat yang dihormati dan dimuliakan itu semua berkat kemampuan kita menajga dan memelihara eksistensi Luwu sendiri," jelasnya.
"Ketika bicara SDA, Luwu negeri kaya dengan tanah subur. Tanaman apapun ditanam pasti tumbuh. Banyak tanaman ada di luwu tapi tidak ada ditempat lain," lanjutnya.
Nantinya, pusat perayaan HPRL ke-78 akan dipusatkan di Kabupaten Luwu Timur.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz
3.500 Alumni Smansa Makassar Bakal Hadiri Tenas di Jogjakarta, Booking Kapal Pelni Menuju Semarang |
![]() |
---|
Paket 6 Perbaikan Jalan Luwu Raya - Tana Toraja 100 Kilometer |
![]() |
---|
Enam Ruas Jalan di Luwu Segera Diperbaiki, Anggaran Capai Rp10 Miliar |
![]() |
---|
Munafri dan Danny Kompak Antar Makassar Raih Penghargaan Presiden |
![]() |
---|
Danny Pomanto Gagal Nikmati Hari Kemerdekaan di Rumah, ARA Keliling Naik Bajaj |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.