Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Daffa Salman Pemain Muda PSM Makassar Ingin Susul Yakob Sayuri Bela Timnas Indonesia

Daffa Salman ingin menyusul rekannya di PSM Makassar yang lebih dulu dipanggil membela Timnas Indonesia.

Penulis: M Yaumil | Editor: Sudirman
DOK TRIBUN TIMUR
Pemain PSM Makassar Daffa Salman. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemain PSM Makassar Daffa Salman punya mimpi membela Timnas Indonesia.

Daffa Salman merupakan salah satu pemain muda diorbitkan Bernardo Tavares.

Berseragam Timnas Indonesia merupakan cita-cita Daffa Salman.

Ia ingin menyusul rekannya di PSM Makassar yang lebih dulu dipanggil membela Timnas Indonesia.

Yakni Reza Arya, Dzaky Asraf, Yance dan Yakob Sayuri, Victor Dethan, Ananda Raehan, Ramadhan Sananta, Mufli Hidayat.

Baca juga: Perjalanan Karier Daffa Salman dari SSB hingga Jadi Skuad Inti PSM Makassar

“Tentunya pasti ada. Saya rasa itu harapan semua pemain bisa berseragam Timnas,” katanya kepada tribun timur, Kamis (4/1/2023).

Bersama Juku Eja Daffa berjuang tembus skuad utama.

Bahkan perjuangannya dimulai dari percobaan atau pemain trial yang didatangkan awal musim 2023/2024.

Cukup lama pemuda satu ini menjadi penghangat bangku cadangan.

Sampai pekan ke-10 pemuda 21 tahun belum juga mendapat kepercayaan pelatih.

Tepat pada pekan ke-12 Daffa melakoni laga perdananya bermain selama lima menit.

Ini titik awal Daffa menjadi pemain inti Laskar Pinisi.

Setelah itu, pemuda kelahiran 30 April 2002 ini rutin mendapatkan menit bermain.

“Yang saya rasakan sebelum masuk skuat utama pastinya sangat senang dan di luar dugaan, bahkan tidak terpikirkan sebelumnya saya bisa di skuat inti,” jelasnya.

“Diberikan kesempatan untuk bermain juga sudah sangat beruntung. Tapi yang pasti, saya terus berusaha konsisten di setiap latihan agar bisa bermain di skuat inti,” tambah bek tengah PSM itu.

Awal Karir Daffa

Sejak umur tiga tahun, Daffa sudah diperkenalkan dengan sepakbola oleh sang ayah.

Baca juga: PSM Makassar Klub Paling Apes di Kotak Penalti

Ayahnya kelahiran Medan kemudian mengikuti event di Tasikmalaya.

Ayah Daffa menetap di Tasikmalaya pada tahun 1982.

Kemudian saat umur enam tahun, Daffa masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Galuh Putra di Tasikmalaya.

Daffa dilatih langsung oleh ayahnya sendiri.

Dari SSB ini bek kanan PSM Makassar itu mengasah bakatnya.

 “Awalnya dari umur tiga tahun sudah dikenalin sama ayah tentang apa itu sepakbola, karena dasarnya ayah saya juga pemain bola asal Medan yang berlabuh di Tasikmalaya karena event Porda tahun 1982 awalnya,” katanya kepada tribun timur, Kamis (4/1/2024).

“Masuk SSB Galuh Putra sekitaran umur 6 tahun yang langsung dilatih sama ayah saya sampai sekarang juga masih dilatih ayah,” terang Daffa.

Dari SSB lokal inilah, Daffa menggantungkan cita-citanya menjadi pemain sepakbola profesional.

Daffa berposisi sebagai bek tengah.

Posisi ini cukup krusial dalam satu tim.

Bakatnya semakin terasa dengan mengikuti kompetisi tingkat nasional.

Kompetisi pertama yang diikuti Haornas (Hari Peringatan Olahraga Nasional) dan Piala Soeratin di tahun berikutnya.

Lalu, Daffa terpantau tim pencari bakat.

Tahun berikutnya pemuda kelahiran Tasikmalaya 30 April 2002 ini direkrut tim amatir Liga 3 Persikotas Tasikmalaya.

Namun tim tersebut gagal berlaga karena covid 19.

Kemudian, Daffa hijrah ke klub amatir lain R2B Bandung mengikuti Liga 3 seri 2 Jawa Barat.

“Dua tahun, cuma yang satu tahun batal digelar karena covid 19 timnya Persikotas, tahun berikutnya saya ikut lagi Liga 3 di bandung namanya R2B Bandung,” ujar Daffa.

Pemain satu ini berusaha keras menembus tim kompetisi profesional.

Daffa terbilang mempunyai potensi sebagai pemain belakang.

Tidak lama berselang setelah dari tim amatir, Daffa direkrut Persela Lamongan tim Liga 2 tahun 2022.

Di Persela Lamongan, Daffa mencatatkan enam penampilan dengan total 369 menit bermain.

Waktu yang cukup banyak bagi seorang pemain muda.

Kompetisi kasta kedua ini berhenti setelah terjadi tragedi Kanjuruhan.

Akibatnya pemain dan tim Liga 2 rehat cukup lama.

Akan tetapi, bakatnya kembali terpantau agen Azmi Ponti yang mencari bek muda PSM Makassar.

Daffa menjalani trial dengan skuat Ramang di awal musim 2023/2024.

Disini perjuangan Daffa baru saja dimulai untuk bermain di kompetisi kasta tertinggi Liga 1 Indonesia.

Apalagi tekanan cukup besar, trial di tim yang baru saja juara Liga 1.

Kabar baik datang, setelah hampir satu bulan trial bersama Juku Eja.

Akhirnya Daffa Salman mendapatkan kontrak profesionalnya di tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Pertama Haornas, terus Soeratin dan tahun 2021 saya mengikuti liga 3 seri dua Jawa Barat, 2022 saya di Liga 2, dan 2023 alhamdulillah bisa bermain di Liga 1,” ujarnya.

Laporan Kontributor TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR, M.Yaumil

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved