106 Mahasiswa dan Dosen Unipol Soppeng Ikut Pelatihan Berbasis SKKNI MSDM Skema Staf SDM
Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Unipol Soppeng dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Manajemen Indonesia (Lemka Pemindo).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 106 peserta, terdiri dari 103 mahasiswa dan 3 dosen dari Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng mengikuti pelatihan Berbasis SKKNI MSDM Skema Staf SDM secara online via Zoom, Kamis (21/12/2023).
Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Unipol Soppeng dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Manajemen Indonesia (LPKMI).
Hadir dalam pembukaan, Ketua Dewan Pengarah LSP MSDM Unggul Indonesia Dr Sri Lestari Prasilowati, Wakil Rektor 3 Unipol Dr Sukmaeni mewakil Rektor Unipol Dr Andi Adawiah.
Hadir pula Ketua Lemka Pemindo Prof Mahfud Nurnajamuddin, Direktur LSP MSDM Unggul Indonesia Muhammad Idris, dan Asesor Muh Imam dan Abrizal, serta Pemateri -Trainer Angka Utama.
Mahasiswa yang ikut pelatihan tersebut adalah mahasiswa semester akhir pada progran studi Manajemen yang siap untuk menjadi sarjana.
Nantinya, mahasiwa akan menyelesaikan tugas portofolio selama 1 minggu, dan diakhiri dengan uji kompetensi.
Uji kompetensi ini untuk mendapatkan sertifikat kompetensi nasional dari BNSP yang dilaksanakan secara offline di Unipol Soppeng, 27 dan 28 Desember 2023.
Ketua Lemka Pemindo Prof Mahfud Nurnajamuddin menjelaskan, kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat kepada mahasiswa dan institusi.
Sebab, dengan adanya pelatihan ini, calon lulusan akan mendapatkan sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah, utamanya dalam menghadapi dunia kerja.
“Demikian juga dengan institusi, bahwa kegiatan semacam ini diantaranya akan memberikan informasi bahwa institusi (kampus kita) berada dalam kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) yang diakui oleh pengguna lulusan,” jelasnya.
Prof Mahfud menyebut, kebijakan yang dilakukan Unipol untuk mengadakan pelatihan dan uji kompetensi kepada mahasiswanya merupakan kebijakan yang sangat tepat.
Menurutnya, kebijakan ini harus dicontohi oleh pimpinan perguruan tinggi lainnya, utamanya yang ada di Sulawesi Selatan.
“Selama ini belum ada perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, khususnya program studi Manajemen yang melaksanakan kegiatan pelatihan seperti ini,” sebut Prof Mahfud.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 Unipol Dr Sukmaeni menuturkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya akan meningkatkan kompetensi.
“Ini sejalan dengan visi universitas. Unipol sebagai lembaga pendidikan tinggi berkontribusi tercapainya hal tersebut melalui tridarma perguruan tinggi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pengarah LSP MSDM Unggul Indonesia Dr Sri Lestari Prasilowati.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal mahasiswa Unipol Soppeng sebelum memasuki dunia kerja.
“Setelah diuji kompeten dari mendapatkan BNSP, sehingga bersifat nasional dan dapat dipakai menambah portofolio,” kata Sri Lestari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/106-Mahasiswa-dan-Dosen-Unipol-Soppeng-Ikut-Pelatihan-Berbasis-SKKNI-MSDM-Skema-Staf-SDM.jpg)