Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perkuat Keselamatan Pasien: RS Sulthan Dg Radja Bulukumba Gelar In House Training Medication Error

Salah satu langkah yang diambil oleh RSUD H Andi Sulthan Dg Radja adalah melalui kegiatan In House Training "Medication Error".

Penulis: Ardiansyah Safnas | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
RSUD H Andi Sulthan Dg Radja menggelar In House Training kepada sejumlah petugas medis. Sabtu, 16 Desember 2023. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba terus meningkatkan kapasitas sumber daya demi meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil oleh RSUD H Andi Sulthan Dg Radja adalah melalui kegiatan In House Training "Medication Error".

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, yang merupakan standar utama dalam peningkatan pelayanan publik, terutama dalam aspek kefarmasian.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah pencegahan medication error atau kesalahan pemberian obat, yang dapat terjadi mulai dari proses peresepan, penyiapan, hingga pemberian obat.

Pentingnya pengetahuan dan keterampilan khusus dalam memperoleh tenaga kesehatan terlatih dan kompeten, terutama dalam proses penyiapan obat, termasuk kesediaan steril, diakui oleh Ketua Pokja PKPO dan Kepala Instalasi Farmasi, H Herman Muin S. Apt.

Tujuan pelatihan ini adalah agar para petugas dapat meningkatkan mutu dan pengetahuan mereka.

Semua petugas rumah sakit yang terlibat dalam pengobatan diharapkan mendapatkan pengetahuan dan kesadaran untuk mencegah kesalahan pada proses peresepan.

"Serta penyiapan dan penyerahan obat kepada pasien dengan tujuan akhir keselamatan pasien," ungkapnya pada Sabtu, 16 Desember 2023.

Pemateri kegiatan ini, H Safril, menyampaikan bahwa kemungkinan kesalahan pengobatan dapat terjadi pada 4 fase, yaitu kesalahan peresepan, kesalahan penerjemahan resep, kesalahan menyiapkan dan meracik obat, dan kesalahan penyerahan obat kepada pasien.

Faktor-faktor yang sering mempengaruhi medication error termasuk faktor individu seperti persoalan pribadi, pengetahuan tentang obat yang kurang memadai, dan kesalahan perhitungan dosis obat.

"Kesalahan pada salah satu tahap akan menimbulkan kesalahan pada tahap selanjutnya," terangnya.

Selain pemaparan materi, H Safril memberikan banyak contoh kasus yang sering terjadi di lapangan, sehingga dapat diterima dengan baik oleh peserta.

In House Training Medication Error diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk perawat dari semua ruangan, bidan, dan tenaga non medis.

Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab dan postest, yang bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana peningkatan pemahaman peserta mengenai kesalahan pemberian obat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved