Khazanah Islam
Apakah Tidur Batalkan Wudhu? Begini Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya merujuk kisah sahabat Nabi yang tertidur saat menunggu jadwal sholat berjamaah.
TRIBUN-TIMUR.COM - Apakah tidur membatalkan wudhu?
Buya Yahya merujuk kisah sahabat Nabi yang tertidur saat menunggu jadwal sholat berjamaah.
Saat bangun, sahabat Nabi langsung disuruh melaksanakan sholat tanpa berwudhu.
Dilansir dari laman Al Bahjah, kemudian kisah ini dibaca dan ditafsirkan para ulama terdahulu yang kini masuk ke dalam bahasan fiqih.
Tdur tidak membatalkan wudhu jika seseorang tertidur dalam posisi duduk atau selama pantatnya masih menempel di lantai.
Penjelasan ini bisa disimpulkan jika wudhu tidak batal asalkan tidur dilakukan dalam posisi yang tidak mengubah kondisi wudhu, seperti duduk.
Namun perlu diperhatikan bahwa jika seseorang tertidur dalam posisi berbaring, maka wudhunya dianggap batal.
Ini karena posisi berbaring dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang membatalkan wudhu, seperti keluarnya gas atau cairan dari tubuh.
Pentingnya Pemahaman Fiqih
Pentingnya memahami hal ini sebagai bagian dari pengetahuan fiqih sehari-hari, karena wudhu merupakan syarat sahnya ibadah salat.
Dengan pemahaman yang tepat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat dengan benar dan sesuai dengan ajaran Islam.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidur tidak secara langsung membatalkan wudhu.
Baca juga: Buya Yahya Ungkap 5 Tips Kendalikan Emosi dalam Rumah Tangga, Penting Bagi Pasutri
Namun, penting bagi setiap individu untuk memahami kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi kebersihan wudhu, seperti posisi tidur.
Dengan demikian, umat Muslim dapat menjalankan ibadah salat dengan hati yang tenang dan penuh kekhusyukan.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Tak Banyak yang Tahu, Apakah Tidur Bisa Membatalkan Wudhu? Begini Jawaban Buya Yahya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Buya-Yahya-56.jpg)