Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dulu Merugi 400 Juta Dollar, Mengapa Perusahaan Jusuf Kalla Tetap Eksis : Bisa Bertahan 100 Tahun

Berikut cerita lengkap Jusuf Kalla terkait jatuh bangunnya Kalla Group yang merupakan salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia saat ini.

Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA
Pendiri Kalla Group dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla jadi pembicara Makassar Leadership Summit 2023 di Hotel Claro Jl AP Pettarani Makassar, Selasa (28/11/2023) 

NV. Hadji Kalla memperluas cakupan bisnis ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Pada tahun 1970 mendirikan PT Bumi Karsa untuk menangani jasa konstruksi seiring meningkatnya kebutuhan jasa konstruksi di masyarakat sekitar.

Pada tahun 1984, Perusahaan mendirikan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Islam Hadji Kalla untuk khusus menangani kegiatan-kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan.

Beberapa perusahaan baru juga didirikan, diantaranya; PT Bumi Sarana Utama (agen aspal curah PT Pertamina), PT Bumi Sarana Agro (perdagangan hasil pertanian) dan PT Makassar Raya Motor (dealer Daihatsu).

Tahun 1990 PT. Baruga Asrinusa Development lahir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan masyarakat akan perumahan.

Perusahaan juga mendirikan PT. Bumi Lintas Tama (Transportasi Laut) dan PT. Sahid Makassar Persada (Bisnis Perhotelan).

Perusahaan membentuk PT. Kalla Inti Karsa sekaligus membangun Pusat Perbelanjaan Modern, Mal Ratu Indah.

Perusahaan juga mendirikan PT. Bumi Sarana Beton (jasa konstruksi, penyedia ready mix, precast dan bata ringan) dan PT. Kalla Electrical System (Penyedia Trafo Listrik).

Fatimah Kalla melanjutkan kepemimpinan Jusuf Kalla pada tahun 1999.

PT. Hadji Kalla mengalami transformasi dan berubah menjadi Kalla Group.

Pada tahun 2003 melalui PT Bumi Jasa Utama, Kalla Group melakukan ekspansi bisnis di sektor penyewaan mobil untuk korporasi.

Mendirikan PT Poso Energy (PLTA Poso, Sulawesi Tengah) dan PT Malea Energy (PLTA Malea, Tana Toraja) guna membantu Pemerintah menyediakan pembangkit listrik bagi masyarakat.

Berdirinya PT. Bumi Sarana Migas yang mengelola Gas Alam.

Melalui PT. Trans Kalla Makassar, Kalla Group juga membangun Trans Studio Makassar, pusat belanja dan taman rekreasi keluarga terbesar di Indonesia.

PT. Haka Sarana Investama ditetapkan menjadi Perusahaan Induk (Holding) Kalla Group.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved