Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Andi Islamuddin: Pendamping PKH Bekerja Bukan untuk Kepentingan Politik

Pj Bupati Bone secara resmi membuka kegiatan peningkatan kapasitas pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Humas Pemkab Bone
Pj Bupati Bone Drs H Andi Islamuddin MH, secara resmi membuka kegiatan peningkatan kapasitas pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), di Masjid Al Markar Al Ma’arif, Selasa, (28/11/2023). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penjabat Bupati Bone Drs H Andi Islamuddin MH, secara resmi membuka kegiatan peningkatan kapasitas pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH), di Masjid Al Markar Al Ma’arif, Selasa, (28/11/2023).

Menurut Andi Islamuddin, mengingatkan kepada para pendamping PKH, bahwa kegiatan ini bagian dari upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan bukan untuk kepentingan politik.

“Jangan coba-coba menggunakan program ini untuk mendukung salah satu kandidat karena bisa menimbulkan konflik kepentingan,” ujarnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya jalur koordinasi antara pendamping PKH dan pemerintah setempat.

Ia mengungkapkan keprihatinan terkait laporan dari Kepala Desa yang menunjukkan bahwa sejumlah pendamping PKH bekerja sendiri dan bahkan memanfaatkan bantuan ini untuk kegiatan kampanye politik dengan mengatasnamakan salah satu kandidat caleg.

“Saya minta jangan melenceng dari tupoksinya. berkoordinasilah dari tingkat bawah, desa, kecamatan sampai kabupaten, supaya tidak menimbulkan konflik di bawah,” tegasnya.

Andi Islamuddin mendorong sinergitas antara pendamping PKH dan pemerintah sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

“Pendamping PKH ini bagian dari pemerintah, dan perlu adanya sinergi untuk mencapai tujuan bersama,” tambahnya.

Target yang disampaikan Andi Islamuddin adalah untuk mencapai Zero Kemiskinan Ekstrim pada tahun 2024. Sehingga diperlukan verifikasi ulang kelompok penerima manfaat PKH untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar diberikan kepada yang membutuhkan.

“Kita harus siap evaluasi. Ini penting agar anggaran bisa dialihkan kepada kegiatan pembangunan,” pungkasnya.

Menurutnya, dengan anggaran yang disediakan mencapai 96 miliar, ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Kadis Sosial Kabupaten Bone Drs. A. Mappangara, MM, dan 110 orang pendamping dari 27 Kecamatan se-Kabupaten Bone.(adv\reskyamaliah).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved