Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anjing Rabies Teror Warga Lutim

4 Fakta Teror Anjing Rabies di Luwu Timur, Pemkab Cari Hewan Piaraan

Komda Daerah Zoonosis Luwu Timur, Masdin membeberkan data Dinas Kesehatan Luwu Timur tiga tahun terakhir.

|
Editor: Saldy Irawan
Tribun-Timur.com
Dinas pertanian melaksanakan vaksinasi rabies hewan peliharaan di 22 desa, 11 Kecamatan di Luwu Timur pada Juni 2022. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berada dalam tekanan serius akibat lonjakan drastis kasus gigitan anjing yang mengakibatkan banyak korban.

Komda Daerah Zoonosis Luwu Timur, Masdin membeberkan data Dinas Kesehatan Luwu Timur tiga tahun terakhir.

Data kasus gigitan hewan rabies tahun 2021 dilaporkan 640 kasus.

Pada 2022, tercatat ada 665 kasus dan 2023 sampai pada Oktober sudah 637 kasus gigitan.

Menurutnya ada beberapa faktor utama menjadi penyebab meningkatnya jumlah korban gigitan anjing di wilayah ini.

1. Populasi Anjing yang Tidak Terkontrol: Tingginya populasi anjing di Luwu Timur yang tidak terkontrol menjadi salah satu faktor utama.

Kondisi ini memunculkan potensi penyebaran rabies yang semakin meluas di kalangan hewan peliharaan.

2. Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Minimnya kesadaran masyarakat terkait tata cara pemeliharaan dan penanggulangan rabies menjadi masalah serius.

Banyak pemilik anjing yang tidak menjalankan vaksinasi secara rutin, meningkatkan risiko penularan rabies kepada manusia.

3. Ketidakmampuan Pengendalian Populasi Hewan Peliharaan: Kurangnya langkah-langkah pengendalian populasi hewan peliharaan, terutama anjing, memberikan kontribusi signifikan terhadap meningkatnya kasus gigitan.

Pemkab Luwu Timur tengah berupaya untuk menanggulangi hal ini dengan rencana pembentukan desa percontohan siaga rabies.

4. Peningkatan Aktivitas Manusia dan Hewan: Pertumbuhan perkotaan dan peningkatan aktivitas manusia yang menyatu dengan habitat hewan berkontribusi pada peningkatan insiden gigitan anjing.

Interaksi lebih intens antara manusia dan hewan peliharaan menambah risiko penularan rabies.

Pemerintah setempat bersama dengan berbagai pihak terkait berkomitmen untuk mengatasi masalah ini melalui langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif, peningkatan kesadaran masyarakat, dan tindakan pengendalian populasi hewan peliharaan.

Warga Luwu Timur diimbau untuk lebih proaktif dalam menjaga keamanan dan kesehatan, termasuk memahami pentingnya vaksinasi dan perawatan hewan peliharaan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved