Stadion Mattoanging
Titik Terang Sengketa Stadion Mattoanging : Pemprov Sulsel Menang Gugatan di PN Makassar
Putusan gugatan perkara bernomor: 16/Pdt.G/2023/PN Mks itu diumumkan secara elektronik lewat aplikasi e-Court PN Makassar.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Putusan gugatan Teddy Anwar atas lahan stadion Mattoanging diumumkan pada Kamis (2/11/2023), dinyatakan Pemprov Sulsel menang.
Putusan gugatan perkara bernomor: 16/Pdt.G/2023/PN Mks itu diumumkan secara elektronik lewat aplikasi e-Court PN Makassar.
Hasilnya, gugatan Teddy Anwar dinyatakan ditolak.
"Menolak tuntutan provisi dari penggugat untuk seluruhnya," bunyi amar putusan.
Kuasa Hukum Pemprov Sulsel Mauli Yadi Rauf pun mengaku bersyukur dengan putusan ini.
"Alhamdulillah menang," kata Mauli, Kamis (2/11/2023).
"Yang jelas Pemprov memenangkan perkara di nomor 16," sambungnya.
Diketahui, ada 6 pihak yang digugat Teddy Anwar.
Khusus Pemprov Sulsel terkait lahan stadion Mattoanging seluas sekitar 7 hektar.
"Perkara no 16 Teddy Anwar yang digugat Pemprov Sulsel, YOSS, Ahli waris Andi Mattalata, KONI, badan pertanahan makassar, TVRI," kata Mauli Yadi Rauf.
"Dia gugat terkait perbuatan melawan hukum, dia kerasa memiliki lahan itu," sambungnya.
Lahan ini tepat berada di kawasan Stadion Mattoanging dulu berdiri.
Pemprov Sulsel Akan Bangun Stadion Baru
Hari ini, Kamis (2/11/2023), PSM Makassar merayakan hari jadi ke-108 tahun dan Pemprov Sulsel melalui Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin memberikan kado spesial.
Beberapa jam sebelum HUT 108 PSM Makassar Pj Gubernur Sulsel Bahtiar menjamu tim Juku Eja makan malam di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka No 31, Makassar, Rabu (1/11/2023).
Dihadapan pemain, pelatih dan official PSM Makassar termasuk Founder Bosowa Aksa Mahmud yang hadir malam itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengungkapkan sudah sudah bergerak jauh untuk menghadirkan stadion sepakbola di Sulsel.
Lahan 20 hektare (HA) sudah disiapkan dan tentunya ini menjadi kabar yang membahagiakan bagi PSM Makassar maupun para pecinta sepakbola yang ada di Sulsel.
“Saya tidak suka bicara. Saya orang Bugis, lebih suka bekerja daripada bicara. Soal stadion, saya sudah siapkan lahan. Pusat minta 10 hektare, saya siapkan 20 hektare,” tegas Bahtiar saat ramah tamah dan silaturahmi dengan manajemen PSM Makassar di Pelataran Ininnawa, Gubernuran, Makassar, Rabu (1/11/2023) malam.
Hadir dalam jamuan makan makan malam itu, Founder Bosowa M Aksa Mahmud, Muslim Salam, Komisaris PSM Andi Suruji, Direktur Keuangan PSM Rafiuddin Razak.
Kemudian Manager PSM Muhammad Nur Fajrin, Pelatih Bernardo Tavares, Asisten Pelatih Ahmad Amiruddin, official, dan seluruh pemain PSM Makassar.
Gubernur didampingi, antara lain, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulsel H Suherman, Staf Ahli Gubernur Dr Jayadi Nas, dan Staf Khusus Gubernur Hasan Sulaimen, serta beberapa asisten.
“Saya sudah sepakat dengan Pak Wakil Ketua Umum PSSI Zainuddin Amali dan pejabat berwenang di Jakarta untuk menghadirkan stadion di Sulsel,” kata Bahtiar.
Dia mengaku sudah mengetahui kondisi stadion di Makassar sebelum dirinya dilantik menjadi Pj Gubernur Sulsel.
“Malu-malu juga kita di Jakarta sebagai orang Sulsel. Bukan apanya, orang Sulsel di luar Sulsel, yah PSM semua. Setiap kita ketemu orang dan orang itu tahu kita dari Sulsel, selalu mereka tanyakan tentang stadion dan PSM,” jelas Bahtiar.
Aksa Mahmud mengatakan, PSM adalah satu-satunya klub di Indonesia dan mungkin di dunia yang bisa juara liga tanpa memiliki stadion.
Dalam pertemuan tersebut, Bahtiar beberapa kali berbincang serius dengan Aksa Mahmud.
"Pak Gubernur bisik saya ini insyallah sudah ada lapangan (stadion)," tegas Aksa.
Kabar gembira ini membuat Aksa sumringah.
Bahkan, sebuah draft diserahkan langsung Pj Gubernur Sulsel kepada Aksa Mahmud.
Terlihat, draft itu memuat beberapa gambar.
"Ini mi kita pegang dulu," kata Bahtiar di sela-sela percakapan.
Bahtiar mengaku sudah memantau masalah PSM sejak lama.
"Dari jauh saya sudah amati masalah PSM. Masalah PSM soal stadion sudah pengetahuan umum se-Indonesia," ujar Bahtiar.
Dia mengaku senang bisa membantu langsung klub kebanggaan daerahnya.
Bahtiar mengaku lebih senang bergerak secara diam-diam dalam mengurus persoalan stadion.
"Sejak saya gubernur Salah satu atensi saya, saya bekerja dalam senyap, daripada carita maloppo na de' na jadi," kata Bahtiar di selingi bahasa Bugis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Stadion-Mattoanging-Makassar-34264545.jpg)