Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Amran Sulaiman Tantang KPK

Bocor Rencana Amran Sulaiman Tantang KPK Berkantor di Kementan

Pada hari kedua menjalani tugasnya sebagai Mentan, Andi Amran Sulaiman tetap berada di Jakarta.

Editor: Saldy Irawan
DOK KEMENTAN
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi pembangunan pertanian di Kementerian Pertanian (Kementan) dalam upayanya untuk memperkuat integritas dan mencegah tindak pidana korupsi.

Pada hari kedua menjalani tugasnya sebagai Mentan, Andi Amran Sulaiman tetap berada di Jakarta.

Dia menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kehumasan di Gedung PIA Kementan pada pagi hari.

"Saya minta besok ada jajaran KPK yang berkantor di Kementan untuk mengawasi jalannya pembangunan pertanian," ujar Andi Amran Sulaiman, Jakarta, 26 Oktober 2023

Menurutnya, pengawasan KPK sangat penting dalam mencegah tindak pidana dan kerugian yang mungkin terjadi akibat perilaku pegawai Kementan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan martabat Kementan dan memenangkan kepercayaan publik.

"Dalam beberapa video yang beredar, saya datang ke kantor mulai pukul 06.30 WIB dan langsung memeriksa kehadiran pejabat Kementan," tambahnya.

Dengan langkah ini, Andi Amran Sulaiman berkomitmen untuk memastikan bahwa Kementan menjadi lembaga yang terbebas dari praktik korupsi dan terus berupaya memajukan sektor pertanian demi kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membeberkan alasannya memilih Amran Sulaiman sebagai menjadi Menteri Pertanian.

Amran dilantik di Istana Negara pada Rabu pagi tadi, 25 Oktober 2023. 

Ia menjelaskan dirinya memilih Amran karena sudah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam bidang pertanian.

Selain itu, dia juga menilai Amran akan mudah beradaptasi dengan birokrasi di Kementerian Pertanian karena pernah menjabat di posisi tersebut pada 2014-2019. 

"Dia sudah berpengalaman, jadi tidak perlu belajar lama. Pak Arman juga sudah tau Dirjennya siapa-siapa saja dan tidak perlu belajar lagi," ucap Jokowi.

Presiden juga menyatakan bahwa dirinya tak memilih orang baru karena akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi, sementara dia menginginkan sosok menteri yang bisa langsung bekerja.

"Baru saja dilantik langsung kerja," kata dia.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved