Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kakek Tewas di Kebun Jati

Kronologi Kakek Tewas Terbakar di Ngawi, Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan

Salah seorang warga setempat pertama kali menemukan korban saat sedang melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Tayang:
Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Warga Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, melihat langsung kondisi Tukiran (71), tewas terpanggang api akibat bakar sampah sembarangan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Nasib tragis menimpa seorang kakek berusia 71 tahun pada Selasa sore (10/10).

Tukiran, yang merupakan penduduk Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Ngawi, ditemukan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran di pekarangan belakang rumahnya.

Seluruh tubuh kakek tersebut mengalami luka bakar parah, dan diduga Tukiran meninggal saat sedang membakar sampah daun kering di sekitar lahan bambunya.

"Warga setempat menyadari bahwa Tukiran tidak kembali ke rumah sejak pagi," kata Saifuddin, salah satu tetangga korban.

Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap sekitar pukul 16.00 saat Saifuddin dan warga lainnya mulai mencari Tukiran yang tak kunjung pulang sepanjang hari.

Salah seorang warga setempat pertama kali menemukan korban saat sedang melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Dia melihat seseorang terbaring tak bergerak di tengah ladang kebun yang terbakar.

"Saat saya menyirami halaman, seorang teman bertanya tentang keberadaan Mbah Tukiran. Katanya Tukiran tak pulang sejak pagi, jadi saya bergabung dalam pencarian," ujarnya.

Kapolsek Paron, AKP Budianto, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.30, pihak berwenang segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas medis dari Puskesmas Paron turut hadir di lokasi untuk melakukan visum luar terhadap jenazah korban.

Hasilnya tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Budianto memastikan bahwa Tukiran meninggal murni karena kecelakaan.

"Korban diduga meninggal dunia akibat kelalaian saat membersihkan sampah dengan cara membakarnya. Mungkin karena asap yang menyelimuti, dan dengan usia korban yang sudah lanjut, dia tidak mampu menyelamatkan diri, sehingga terjatuh dan terbakar," ungkapnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Keluarga korban menyatakan kesediaan mereka untuk menerima musibah ini dengan ikhlas.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved