Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kades Termuda di Klaten

Program 100 Hari Sabiq Muhammad Kades Termuda di Klaten, Anak Santri Fokus Kembangkan Pertanian

Sabiq Muhammad resmi menjandang gelar Kades Prawatan, Kecamatan Joginalan, Klaten.

Tayang:
Editor: Sudirman
Instagram @sabiqalhila
Sabiq Muhammad, Kepala Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sabiq Muhammad resmi menjandang gelar Kades Prawatan, Kecamatan Joginalan, Klaten.

Sabiq dilantik bersama kepala desa lainnya di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu (27/9/2023).

Sabiq Muhammad adalah seorang santri. Sejak kecil, ia sekolah di pesantren.

Kini Sabiq Muhammad fokus menjalankan tugas utamanya sebagai kepala desa.

Salah satu program utama Sabiq Muhammad ialah membumikan pupuk organik.

Program ini akan ia jalankan di 100 hari masa kerjanya sebagai Kades Prawatan.

Dia paham, potensi Prawatan adalah pertanian dan memiliki sejumlah problem, termasuk krisis air.

Sumur yang sudah digali pun harus digali lebih dalam untuk mendapatkan air yang bersih.

“Selain membumikan pupuk organik, kami juga membuat peta sungai. Ini ada titik-titik rawan krisis (kekeringan).

Jadi, bagaimana kemudian, kami menjamin hak atas air untuk warga dan petani,” urainya.

Mahasiswa Cerdas

Sabiq Muhammad, dikenal salah satu mahasiswa cerdas.

Terbukti ia lulus program pascasarjana di China Agricultural University.

Bahkan Sabiq Muhammad tercatat sebagai salah satu penerima beasiswa.

Namun keinginan kuliah di China Agricultural University harus kandas setelah terpilih menjadi kepala desa.

Ia mengorbankan beasiswa di China Agricultural University demi menjadi kades.

Sabiq dilantik bersama kepala desa lainnya di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu (27/9/2023).

Bahkan, ia berhasil mengalahkan petahan dengan selisih suara yang cukup jauh.

“Sebenarnya, itu di luar prediksi karena Prawatan terkenal dengan 15 calon.

Saya tidak ada persiapan sejak awal,” kata Sabiq ditemui usai pelantikan, Selasa (3/10/2023). 

Diakuinya, ia mendaftar menjadi calon kepala desa di menit-menit terakhir atau sekitar 30 menit sebelum penutupan atas desakan masyarakat dan keluarga.

Padahal, Sabiq tidak pernah bercita-cta menjadi seorang kepala desa.

Rencananya, ia akan akan menjadi master di bidang pertanian karena mendapat beasiswa pascasarjana di China Agricultural University.

Namun ia ikhlas mengubur mimpinya yang mendalam itu.

“Di tanggal 4 September ini, sebenarnya saya harus berangkat ke China.

Saya dapat beasiswa ke China Agricultural University.

Namun, karena desakan masyarakat, saya harus melepas beasiswa itu,” terang dia Rabu (27/9/2023), dikutip dari Tribun Jogja.

Ia pun harus berhadapan dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, pemberi beasiswa tersebut.

“Ya, saya dapat teguran, tapi memang ini pilihan. Dari tesis saya, itu bisa jadi program pertanian di desa," ujarnya.

Meskipun ia sarjana hukum, tapi ia sudah punya niat untuk lanjut ke pertanian.

Keputusannya memilih untuk ikut pemilihan kepala desa (pilkades) juga dipertanyakan oleh kedua orang tuanya.

Terlebih, orang tua Sabiq paham perjuangan anaknya untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

“Saya sudah persiapan pascasarjana ini sejak Januari 2023. Akhirnya ditanya mau kuliah apa jadi lurah? Saya mikir, kalau jadi mahasiswa lagi, saya jadi punya tugas untuk mendekati masyarakat," kata dia.

“Kalau saya jadi lurah, tesis saya bisa jadi program pertanian sekalian. Berhasil atau tidak kan bisa dicoba,” jelas Sabiq lagi.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved