Forum Pecinta Alam Sinjai Soroti Bacaleg Pakui Pohon
Forum Pecinta Alam (FPA) Sinjai menilai memasang poster dan baliho di pohon sebagai bentuk merusak lingkungan.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Aktivis Pecinta Alam Sinjai menyoroti calon anggota legislatif yang memaku poster dan banner di pohon.
Forum Pecinta Alam (FPA) Sinjai menilai memasang poster dan baliho di pohon sebagai bentuk merusak lingkungan.
“Memaku poster dan baliho di pohon sama saja merusak lingkungan,” kata Sekjen FPA Sinjai Akmal Maulana, Sabtu (23/9/2023).
Coba bayangkan setiap caleg memasang posternya dan memaku pohon.
Jika ada tiga caleg semua posternya di pohon, tentu hambat pertumbuhan pohon.
Bahkan pohon bisa mati atau kerdil.
Dengan lambat laun batang bisa rusak dan pada akhirnya akan mati.
Ia mengajak caleg maju Pileg 2024 untuk jadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ia berharap setiap caleg menggunakan balok atau bambu lalu memasang atribut baliho dan posternya di pinggir jalan dengan rapi.
Ia juga menemukan pemasangan baliho di Sinjai ada yang tampak semrawut dan mengganggu keindahan kota.
Termasuk yang ada di Bundaran Tugu Sinjai Bersatu tampak tak indah pemasangannya.
Ia berharap agar para tim sukses caleg untuk memasang dengan tidak mengabaikan keindahan kota.
Atas masalah itu, ia meminta Bawaslu dan Satpol PP untuk menertibkan poster dan baliho yang merusak lingkungan.
Sebelumnya Bawaslu Sinjai menyampaikan bahwa mereka belum dapat menindak caleg yang paku pohon karena belum masuk tahapan sosialisasi.
Para caleg yang memasang poster tersebut di pohon baru beberapa hari terakhir ini.
Terbanyak dijumpai poster dipaku di Jl Poros Sinjai-Bulukumba dan Sinjai-Bone.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mursali.jpg)