Dampak El Nino, 158 Hektare Sawah di Sinjai Alami Kekeringan
Akibat dari dampak kemarau dan serangan penyakit pada tanaman padi, harga beras di Sinjai mulai naik.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Dampak musim kemarau panjang yang disebabkan fenomena el nino dirasakan petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian Sinjai, Kamaruddin, mengungkapkan bahwa sekitar 158 hektare lahan pertanian alami kekeringan.
Beruntung sebagian besar petani di daerah tersebut melakukan panen sebelum musim kemarau tiba.
"Mereka selamat dari kekeringan karena mereka telah menanam padi lebih awal, sementara musim kemarau baru datang pada awal Agustus," katanya.
Selain kekeringan, penyakit blas juga menyerang tanaman padi warga Sinjai.
Menurut Kamaruddin, beberapa wilayah di kabupaten ini melaporkan adanya serangan hama penyakit pada tanaman padi mereka.
Alhasil terjadi penurunan produksi, terutama pada lahan pertanian padi yang terkena penyakit blas, dengan total sekitar 28 hektare lahan yang terpengaruh.
Lahan ini tersebar di beberapa wilayah kecamatan.
Dinas Pertanian telah berupaya untuk membantu petani dengan membagikan mesin pompa.
Baca juga: Masa Kecil Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Diungkap Nanni, Ngaji Dulu Sebelum ke Sawah
Baru-baru ini telah dibagikan 26 unit mesin pompa kepada petani, namun jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan.
Mayoritas petani di Sinjai mengandalkan sistem pertanian tadah hujan dan mereka turun ke sawah hanya saat hujan deras turun.
Baca juga: Sawah Kering di Belawa, Warga Terancam Gagal Panen, Lurah dan Camat Bungkam
Akibat dari dampak kemarau dan serangan penyakit pada tanaman padi, harga beras di Sinjai mulai naik.
Harga beras jenis ciherang, misalnya, mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 per liter dari harga biasanya, yakni dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.
Ahmad petani asal Sinjai Selatan mendesak pemerintah untuk memaksimalkan pengelolaan bendungan dan sumber air sungai.
Sejauh ini air sungai di Sinjai belum dimanfaatkan secara optimal untuk irigasi pertanian.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Sawah-warga-di-Desa-Gareccing-Kabupaten-Sinjai-Sulawesi-Selatan-jadi-lahan-menganggur.jpg)