Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nasabah Pinjol Bunuh Diri

Viral Nasabah Pinjol Bunuh Diri, OJK Mendadak Panggil AdaKami Perusahaan Pinjol Asal Tiongkok

Meskipun begitu, Kiki belum dapat merinci pokok bahasan yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Saldy Irawan
handover
ilustrasi OJK 

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah viral di aplikasi X dan Twitter, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengambil langkah tegas dengan memanggil perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending PT Pembiayaan Digital Indonesia, yang lebih dikenal sebagai Pinjol Adakami, Rabu (20/9/2023).

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari, telah mengkonfirmasi pertemuan ini.

Meskipun begitu, Kiki belum dapat merinci pokok bahasan yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Pokok bahasannya nanti akan dijelaskan setelah ada hasil klarifikasinya," tambahnya.

Sebelumnya, dunia maya dihebohkan oleh cuitan akun @rakyatvspinjol yang mengisahkan seorang korban yang meminjam uang sebesar Rp 9,4 juta dari AdaKami dan harus menghadapi tagihan sekitar Rp 19 juta.

Kisah tersebut semakin rumit dengan pemberian pinjaman oleh AdaKami dengan bunga 0,4 persen per hari dan biaya admin sebesar 100 persen .

Dugaan penetapan bunga terselubung semakin memperburuk reputasi perusahaan ini.

Tidak hanya itu, pihak Debt Collector AdaKami juga dituduh meneror korban dengan cara yang tidak manusiawi. Bahkan setelah korban meninggal dunia, teror ini berlanjut menimpa keluarga dan kerabatnya.

Sebelumnya, Brand Manager Adakami, Jonathan Kriss, menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan terkait proses penagihan oleh desk collector (DC) AdaKami. Mereka berkomitmen untuk menyelidiki dan menyelesaikan keluhan yang diajukan.

"Kami turut prihatin mendengar kabar tersebut, saat ini kami telah menghubungi pemilik akun @rakyatvspinjol untuk meminta keterangan lebih lanjut dan masih mencoba mengumpulkan fakta agar dapat melakukan investigasi lebih mendalam," ungkap Jonathan.

Jonathan juga menambahkan bahwa mereka sedang berusaha untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai korban dan keluarganya yang diceritakan dalam cuitan tersebut, untuk melakukan konfirmasi dan investigasi menyeluruh.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved