23 Sekolah di Sulsel Adu Kecerdasan Pengetahuan Kemuseuman
Lomba cerdas cermat ini merupakan rangkaian dari pekan kebudayaan nasional (PKN) pada September mendatang.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan lomba cerdas cermat museum (LCCM) tingkat SMP/MTs se Sulsel.
Lomba cerdas cermat museum ini berlangsung di Aula Kantor Disbudpar Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Selasa (22/8/2023).
Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Disbudpar Sulsel, Nuryadin mengatakan, lomba ini merupakan rangkaian dari pekan kebudayaan nasional (PKN) pada September mendatang.
Lomba ini bertujuan untuk menguji wawasan pelajar akan kebudayaan dan permuseuman.
Diharapkan, mereka bisa lebih memahami dan melestarikan sejarah dan budaya.
"Cerdas cermat ini progam tahunan yang dilaksanakan Disbudpar Sulsel sebagai wujud memberikan motivasi pelajar untuk bisa mengetahui budaya dan sejarah di Indonesia," ucapnya.
Tujuan lainnya, menciptakan persaudaraan antar generasi muda di Sulsel dalam rangka mengokohkan persatuan bangsa.
Serta menghasilkan generasi tangguh, unggul dan berkarakter.
Menurutnya, museum merupakan sarana pengembangan budaya dan peradaban manusia.
Artinya, tidak hanya bergerak di sekitar budaya tapi juga di sektor ekonomi, politik, sosial dan lainnya.
Bahkan para ahli kebudayaan meletakkan museum bagian dari pranata sosial dan sebagai media edukasi tentang pengembangan alam dan budaya manusia kepada publik
"Lomba ini memiliki esensi penanaman pemahaman nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.
Sebanyak 23 sekolah yang ikut dalam cerdas cermat ini, rata-rata diikuti sekolah yang daerahnya memiliki museum.
Adapun pemenang lomba ini akan mengikuti cerdas cermat tingkat nasional pada Oktober mendatang.
"Yang menang akan dikirim ikut lomba mewakili Sulsel pada Oktober di Museum Nasional Jakarta," tuturnya.
Adapun juri dalam cerdas cermat ini antara lain mantan kepala museum Kota Makasar sekaligus Ketua Asosiasi Museum Indonesia Sulsel, Nurul Chamisany.
Juri lainnya, dari Balai Kelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Andini Perdana dan Dosen Arkeologi Unhas, Erwin Mansyur Ugu Saraka.(adv/reskyamaliah).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lomba-cerdas-cermat-museum.jpg)