VIDEO: Cara Basmin Mattayang Akhiri Masa Jabatan Sebagai Bupati Luwu
Buku itu ia beri nama Pemimpin Visioner Pendobrak Perubahan, Pembawa Kesejukan.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU- Masa janatan Bupati Luwu Basmin Matayang tidak lama lagi berakhir.
Di penghujung periode, Basmin menelurkan satu buku biografi miliknya.
Buku itu ia beri nama Pemimpin Visioner Pendobrak Perubahan, Pembawa Kesejukan.
Basmin me-launching buku itu dihadapan koleganya.
Forkopimda, Kepala OPD, serta masyarakat ikut menyaksikan.
Buku setebal 154 halaman itu ia perkenalkan di rumah makan Wisata Kuliner Kamanre.
Doktor Adminsitrasi Publik, Universitas Negeri Makassar (UNM) itu mengaku, buku biografi miliknya mengabadikan jejak kepemimpinan di periode kedua sebagai kepala daerah.
"Bagaimana bisa menumbuhkan minat baca anak-anak kita. Sekaligus jejak-jejak kepemimpinan kita, saya rasa perlu diabadikan," jelasnya saat ditemui Tribunluwu.com setelah launching buku," Senin (14/8/2023) malam.
Nantinya, buku itu, sambung Basmin, akan dibagikan ke seluruh perpustakaan yang ada di Luwu.
"Rencananya akan kami bagikan kepada seluruh perpustakaan. Baik itu perpustakaan daerah maupun sekolah. Tetapi tentu kita masih menerima masukan setelah buku itu berhasil terbit," ujarnya.
Basmin menambahkan, buku biografinya dibagi kedalam 5 bab.
Dari 5 bab itu menjelaskan perjalanan hidupnya dari kecil sampai menjadi kepala daerah.
"Inspirasi tentu dari saya. Ide dan gagasannya itu kemudian saya diskusikan kepada tim editor dan penulis," pungkasnya.
Sementara itu, editor Bachtiar Adnan mengaku, buku yang ia tulis memakan waktu 3 bulan hingga rampung.
"Kurang lebih 3 bulan hingga buku ini rampung kami kerjakan," ucapnya.
Menurutnya, buku itu berusaha merekam bagaimana perjalanan karir kepemimpinan Basmin dalam membangun Bumi Sawerigading.
"Sehingga sebagai seorang birokrasi yang ulung. Perjalanan karir beliau harus diabadikan kedalam bentuk buku. Karena telah mampu membangun Luwu hingga sekarang ini," tuturnya.
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana