Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemlu 2024

Elite Politik Tarung di Dapil ‘Neraka’ Sulsel II

Tokoh masyarakat dan elite politik akan memperebutkan sembilan kursi di daerah pemilihan (dapil) Sulsel II. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muh Hasim Arfah
tribun timur/lili
Tokoh masyarakat dan elite politik akan memperebutkan sembilan kursi di daerah pemilihan (dapil) Sulsel II. Dapil ini mendapatkan sebutan dapil neraka pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.  

*Mantan Bupati hingga legislator DPRD Sulsel Ramaikan DCS 

TRIBUN-TIMUR.COM-Tokoh masyarakat dan elite politik akan memperebutkan sembilan kursi di daerah pemilihan (dapil) Sulsel II. 

Dapil ini mendapatkan sebutan dapil neraka pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 lalu. 

Dapil ini meliputi sembilan kabupaten/kota yakni Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai dan Bulukumba.

“Dapil neraka jahanam,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, sehabis terpilih pada Pemilu 2019 lalu. 

Kini, dapil Sulsel II pun menjadi target dari elite politik di Sulawesi Selatan. 

Para mantan bupati dan anggota DPRD Sulsel akan meramaikan pertarungan pada Pemilu mendatang. 

Baca juga: Kekuatan Baru Gerindra: Klan IAS, Putra Amran Sulaiman, Adik SYL Maju Caleg Pemilu 2024

Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi, mantan bupati Bulukumba Zainuddin Hasan dan mantan bupati Maros, Hatta Rahman masuk dalam daftar calon sementara (DCS). 

Selain itu, para legislator senior hingga junior DPRD Sulsel pun mencoba untuk naik kelas. 

Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah RB mencoba naik level setelah tiga periode di DPRD Sulsel. Selain itu, legislator dua periode Andi Nurhidayati dan Desy Susanti Soetomo pun target DPR RI. 

Bukan dongeng lagi, ketika sejumlah tokoh nasional tumbang di Dapil Sulsel II ini.

Ingat, Syahrul Yasin Limpo pun pernah merasakan pahit-getirnya Dapil Sulsel II.

Baca juga: Adu Kuat Caleg Golkar vs Gerindra DPR RI Dapil Sulsel II, Bersaing Rebut 2 Kursi

Bahkan langganan Senator RI, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, pun tumbang di Dapil Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Parepare, Barru, Pangkep, dan Maros ini.

Anggota DPR RI dua periode kala itu, Akbar Faizal juga tumbang pada Pemilu 2019 lalu.

Dapil Sulsel II memiliki 9 kursi DPR RI.

Dalam dua pemilu terakhir, politisi Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras selalu tampil sebagai jawara di Dapil Sulsel II. 2014, Suara Andi Iwan tembus 91.739.

Pemilu 2019 Andi Iwan mempertahankan kemenangan dengan capaian 84.702 suara.

Baca juga: Siapa Sebenarnya Andi Mammang? Harta Kekayaan Tembus Rp12 Miliar, Bacaleg Terkaya di Dapil IV Luwu

Nurdin Halid Memilih DPR RI 

WAKIL Ketua Umum DPP Golkar, AM Nurdin Halid memilih maju calon anggota legislatif atau caleg 2024.

Nurdin Halid akan bertarung kursi DPR RI di Dapil Sulsel II.

Dalam sejumlah survei, nama Nurdin Halid sejatinya masih masuk bursa calon Gubernur Sulsel 2024.

Survei calon gubernur Sulsel PT Indeks Politica Indonesia menempatkan Nurdin Halid posisi ketiga dengan elektabilitas 10,1 persen.

Baca juga: Sama-sama Crazy Rich, Putri Bupati Terkaya Sulsel Tantang Bos Rumah Sakit Berharta Rp149 Miliar

Nama Nurdin Halid jadi salah satu calon penantang terkuat petahana Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.

Pada Pilgub Sulsel 2018 lalu, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar menempati posisi kedua di bawah pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

Senin (7/8/2023), Nurdin Halid melanjutkan roadshow politik ke Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, .

Daerah ini merupakan salah satu basis suaranya di Pilgub Sulsel 2018 lalu.

Ratusan warga setempat hadir menyambut.

Setibanya di Dusun Panaikang, Desa Pajukukang, Nurdin Halid disambut upacara adat.

Nurdin berkunjung Dusun Panaikang, Desa Pajukukan, Kecamatan Bontoa, didampingi Abdul Waris Halid dan Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir.

Kepada masyarakat, NH mengutarakan niat dan alasannya maju di kontestasi Pileg 2024.

Selama empat tahun terakhir, ia merenung bahwa perjuangan untuk mensejahterakan rakyat tidak hanya melalui eksekutif, tetapi juga bisa di legislatif dengan menjadi wakil rakyat.

"Tidak harus eksekutif, di legislatif juga bisa memperjuangkan idealisme dan gagasan. Inilah yang mendorong saya untuk maju calon anggota DPR RI," katanya.

Nurdin juga mengungkapkan, bahwa di Kabupaten Maros, suara yang ia raih di Pilgub 2018 mencapai 16 ribu-an.

Makanya, ia percaya masyarakat Kabupaten Maros bisa memenangkannya di Pileg 2024 dan mengantarkan Golkar sebagai partai pemenang.

Nurdin mengakui paham betul dengan kendala yang dialami masyarakat Bontoa sebagai wilayah pesisir Maros.

Nelayan misalnya, banting tulang di tengah laut tetapi pendapatannya tidak signifikan. Justru yang menikmati hasil jerih payah para nelayan adalah pemilik modal.

"Saya tahu betul yang nikmati hasilnya adalah punggawanya. Sampai sekarang kekuasaannya belum bisa diputus," ujarnya.

Nurdin juga mengungkapkan salah satu solusi bagi warga pesisir. Yakni dengan mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di bawah naungan koperasi.

"Itu bisa dikelola. Saya minta Ketua DPRD (Andi Patarai Amir) untuk memperjuangkan. Saya juga akan bicara dengan Pak Bupati, saya sahabat dengan beliau," bebernya.(ari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved