Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polbangtan Kementan Dorong Millenial Gagas Startup Basis Pertanian

MAF merupakankegiatan yang rutin dilakukan di setiap UPT Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP kementan. 

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Seminar Nasional Millenial Agriculture Forum (MAF) Volume 4 Edisi 34 Spesial Dies Natalis ke-5 Polbangtan Gowa di Aula Syeckh Yusuf Polbangtan Gowa, Sabtu (5/8/2023) 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menggelar Seminar Nasional Millenial Agriculture Forum (MAF) Volume 4 Edisi 34 Spesial Dies Natalis ke-5 Polbangtan Gowa

Seminar bertemakan “Memperkuat Ekonomi Indonesia: Membangun Startup Inovasi Basis Pertanian” digelar secara hybrid di Aula Syeckh Yusuf Polbangtan Gowa, Sabtu (5/8/2023)

MAF merupakankegiatan yang rutin dilakukan di setiap UPT Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP kementan. 

Seminar tersebut menghadirkan 4 narasumber.

Ada Rektor Institut Pertanian Bogor Prof Arif Satria, Foubder UMG Kiwi Aliwarga, CEO Creative Kokedama Dwi Lili Indayani serta Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia Catur Sugiarto.

Tema tersebut hangat diperbincangkan di era start up saat ini, khususnya dalam bidang pertanian

Selama ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) gencar mengajak para pengembang ekosistem bisnis rintisan berbasis teknologi (start-up).

Petani milenial ditantang  terjun membantu memajukan pertanian Indonesia yang presisi.

Tantangan krisis dunia di pangan, ekonomi dan keuangan kedepannya sangat serius dihadapi Indonesia.

Salah satu sektor yang mampu bertahan dan bahkan menyelamatkan perekonomian suatu negara adalah pertanian.

"Cara bertani yang kemarin sudah tidak cocok lagi untuk era saat ini. Oleh karena itu kita dorong pertanian dengan digital sistem, supaya petani kita dengan smartphone dapat dilatih untuk mengetahui kondisi kebutuhan konsumsi," kata SYL.

"Kemudian masalah cuaca, artificial intelegent, dan lainnya penting untuk mengembangakan pertanian presisi. Berarti teknologi dan mekanisasi adalah bagian-bagian yang mengefektifkan gerakan kita," lanjutnya

Senada dengan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi turut hadir  membuka kegiatan MAF edisi spesial Polbangtan Gowa

Dedi memberikan arahan tentang tujuan pembangunan pertanian dan peran penting petani milenial.

“Sesungguhnya tujuan pembangunan pertanian yang sangat penting ada di pundak kalian, ada di pundak petani milenial. Petani milenial harus segera mengambil alih dalam pembangunan pertanian," ujar Dedi

Disebutnya, para petani milenial harus betul-betul terjun di pembangunan pertanian.

Bahkan sebagai garda terdepan pembangunan pertanian di seluruh pelosok tanah air.

Dedi juga menyebutkan ada 2 hal yang menjamin berkesinambungan pembangunan pertanian nasional.

“Kesinambungan pembangunan pertanian yang pertama itu regenerasi petani, dari petani kolonial menjadi petani milenial. Dan yang kedua pembangunan pertanian harus ditujukan untuk membangun agribisnis yang kokoh,kuat, dan betul-betul mengakar di seluruh pelosok tanah air," jelas Dedi

 Dedi juga berpesan para petani milenial  bahwa tujuan dan orientasi dari pertanian saat ini untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

“Pertanian itu tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tidak sekedar memenuhi kebutuhan keluarga, pertanian itu harus ditujukan untuk mendapatkan duit sebanyak-banyaknya. Pertanian itu harus dibangun melalui bisnis. Karena sesungguhnya dengan bisnis itulah kita bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal”. Kata Dedi

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan startup merupakan inovasi penting di pertanian.

“Berbicara tentang startup inovasi pertanian, ini sangat penting karena startup inilah yang mengawali, membuka pintu atau sebagai jembatan kepada para milenial atau anak muda untuk mau dan terus bekerja di sektor pertanian”.kata Santi.

Seminar diikuti oleh peserta yang hampir seluruhnya milenial. 

Mulai dari mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan, para penerima manfaat Program YESS wilayah PPIU Sulawesi Selatan, maupun para Siswa SMK-PP se Indonesia.

Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan wawasan, pengalaman, dan inspirasi bagi para generasi muda untuk berbisnis di sektor pertanian.

“Tema diusung dengan harapan forum ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman serta menumbuhkan minat  dan inspirasi bagi para generasi muda pertanian dalam membangun bisnis yang kreatif dan inovatif di sektor pertanian," jelas Detia.

"Dengan tumbuhnya bisnis-bisnis yang inovatif dan kreatif akan memberikan dampak luar biasa dalam membangun dan memperkuat  perekonomian bangsa dan negara," sambungnya

Sementara itu, salah satu narasumber dari AIBI Catur Sugiarto berpesan kepada Polbangtan untuk memiliki tradisi riset dan menjadi pusat inovasi. 

Sebab menurutnya kampus yang memiliki tradisi riset yang kuat terbukti banyak menghasilkan startup yang tangguh (sustain) dan berhasil membawa alumni-alumni mereka menjadi founders unicorn.

Senada dengan Catur, Founder of UMG Idealab Kiwi Aliwarga menyebutkan bahwa Inovasi dalam teknologi komunikasi dan platform e-commerce akan membantu petani untuk terhubung langsung dengan pasar, mengakses informasi harga, permintaan pasar, dan kebutuhan konsumen.

Dengan demikian, petani dapat mengoptimalkan produksi dan meningkatkan nilai tambah produk mereka. 

Bahkan menurutnya, melalui inovasi yang berkesinambungan, sektor pertanian dapat menjadi lebih adaptif terhadap perubahan iklim, meningkatkan kualitas hidup petani, dan menyediakan makanan yang berkualitas bagi populasi yang semakin meningkat di Indonesia dan dunia.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved