Pahit! Sehari Jelang HUT Bhayangkara Ke-77, Polisi Pergoki Istrinya Ngamar dengan Pria Lain
Menurut Risky, diduga awalnya sang suami yang merupakan anggota Polri ini membuntuti istrinya menuju penginapan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Hal pilu dialami seorang polisi berinisial RM jelang HUT Bhayangkara ke-77, di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah ( Sulteng ).
Dia memergoki istrinya berinisial RT selingkuh dengan pria berinisial ARJ.
Perzinahan mereka terbongkar di sebuah penginapan di Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi pada Jumat (30/6/2023).
Kemarin, keduanya terpergok ngamar layaknya pasangan suami dan istri sekitar pukul 10.30 Wita.
Kabar ini dikonfirmasi, Risky salah satu resepsionis yang ada dipenginapan tersebut saat dikonfirmasi TribunPalu.com melalui via telepon, Sabtu (1/6/2023).
Menurut Risky, diduga awalnya sang suami yang merupakan anggota Polri ini membuntuti istrinya menuju penginapan.
Kemudian, sang suami menanyakan kepadanya terkait keberadaa RT yang masuk di dalam penginapan tersebut.
"Kebetulan kemarin ada itu bapak dia tanya saya, ada ibu pakai gamis kuning, jadi saya bilang yang baru masuk ini hanya bapak-bapak mobil avanza silver pas kena di cctv jadi dia minta tolong mau liat, setelah dilihat kebetulan agak kabur tapi dia meyakinkan kalau yang turun itu istri sahnya," ucapnya.
Setelah itu, sang suami bersama cleaning service mengetuk pintuk di penginapan itu, namun tak langsung dibuka.
"Jadi saya bilang kalau bapak memang yakin boleh kita ketok, jadi saya punya cleaning service ketuk dengan suaminya juga mengetuk ada berapa menit begitu baru dibuka, setalah itu memang betul bahwa istrinya didalam," ujarnya.
Lanjut Risky, saat penggerebekan itu, sang suami bersama satu orang lelaki dan anak perempuannya.
Dia menambahkan, setelah penggerebekan itu, tim Inafis telah datang untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Diduga, selain ibu Bhayangkari, RT juga merupakan seorang tenaga pengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Bahkan, RT juga telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Penyebab selingkuh
Selingkuh adalah tindakan yang melibatkan pengkhianatan dalam hubungan yang eksklusif.
Ini merupakan masalah yang kompleks dan dapat merusak kepercayaan, menghancurkan ikatan emosional, dan mengancam keberlangsungan hubungan.
Meskipun setiap hubungan memiliki dinamika uniknya sendiri, ada beberapa penyebab umum yang dapat menjadi pemicu terjadinya selingkuh.
Dalam berita ini, kita akan membahas beberapa faktor yang mungkin berperan dalam mendorong seseorang untuk berselingkuh.
Salah satu penyebab umum selingkuh adalah kurangnya kepuasan dalam hubungan yang ada.
Ketika salah satu pasangan merasa tidak diberikan perhatian, keintiman fisik, atau dukungan emosional yang cukup, mereka mungkin mencari pelampiasan di luar hubungan tersebut.
Perasaan tidak puas ini bisa timbul akibat masalah komunikasi yang buruk, ketidakcocokan kebutuhan, atau perubahan dalam dinamika hubungan.
Ketika seseorang merasa bahwa kebutuhannya tidak terpenuhi, ia mungkin mencari pengalaman yang lebih memuaskan dengan orang lain.
Selain itu, ketidaksetiaan juga bisa terjadi akibat kebosanan dalam hubungan jangka panjang.
Ketika gairah meredup dan rutinitas sehari-hari mengambil alih, seseorang bisa merasa terjebak dalam kehidupan yang monoton.
Dalam mencari sensasi dan kegembiraan yang hilang, mereka mungkin tergoda untuk mencari pengalaman baru di luar hubungan yang ada.
Rasa ingin tahu, hasrat yang tidak terpenuhi, atau perasaan terkekang dalam rutinitas dapat menjadi pemicu untuk berselingkuh.
Faktor lain yang dapat menyebabkan selingkuh adalah kurangnya komitmen atau ketidakstabilan emosional.
Jika seseorang tidak benar-benar berkomitmen dalam hubungan atau memiliki ketakutan yang mendalam terkait komitmen jangka panjang, mereka mungkin rentan terhadap godaan untuk berselingkuh.
Selain itu, ketidakstabilan emosional, seperti masalah kepercayaan diri atau perasaan kurang dihargai, dapat mendorong seseorang untuk mencari validasi atau kepuasan diri melalui perselingkuhan.
Ada juga situasi di mana seseorang tergoda untuk berselingkuh karena adanya kesempatan yang menggiurkan.
Ketika mereka terlibat dalam lingkungan di mana kesetiaan kurang dihargai atau dianggap remeh, seseorang dapat merasa bahwa perselingkuhan adalah perilaku yang dapat diterima.
Misalnya, budaya yang mempromosikan budaya selingkuh atau interaksi sosial yang memfasilitasi perselingkuhan dapat mempengaruhi perilaku seseorang.
Penting untuk diingat bahwa meskipun ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko selingkuh, itu tidak selalu menjadi alasan atau pembenaran untuk melakukannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-selingkuh-Apesnya-Asmadi.jpg)