Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2024

Puan Maharani dan Anies Baswedan Bertemu di Mina Setelah Prabowo dan Jokowi Bertemu, PDIP Khawatir?

Di sisi lain, Prabowo Subianto dan Jokowi juga bertemu. PDIP sampai khawatir jika dukungan beralih?

Editor: Ansar
Tribunnews.com
Ketua DPP PDIP dan bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan bertemu di sela-sela melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dan bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, berjumpa di antara pelaksanaan ibadah haji mereka di Tanah Suci.

Pertemuan antara keduanya telah dikonfirmasi oleh Ketua DPP PDIP, Said Abdullah.

Menurutnya, Puan dan Anies bertemu setelah Puan melempar jumrah kedua di Mina.

Said, yang mendampingi Puan dan keluarganya dalam perjalanan ibadah haji, mengatakan bahwa pertemuan antara Puan dan Anies tidak direncanakan sebelumnya.

Di sisi lain, Prabowo Subianto dan Jokowi juga bertemu. PDIP sampai khawatir jika dukungan beralih?

"Kami sedang beristirahat sejenak usai dari Mina untuk melempar jumrah kedua.

Tanpa direncanakan kami bertemu dengan Mas Anies Baswedan dan istri di Guest House di Mina, Saudi Arabia," kata Said dalam keterangannya, Kamis (29/6/2023).

Dia menyebut Puan dan Anies dalam pertemuan tersebut hanya bercakap-cakap santai dan saling mendoakan.

"Beliau saling bercakap-cakap santai, saling mendoakan, apalagi sedang berada di Baitullah sebagai tempat yang bermustajabah untuk berdoa. Kedua beliau bicara yang ringan-ringan saja," ujarnya.

Melalui pertemuan Puan dan Anies, Said berharap Pilpres 2024 tidak ada ketegangan seperti yang terjadi pada Pilpres sebelumnya.

"Saatnya memberi teladan kepada rakyat, bahwa perbedaan pilihan politik tidak lantas membuat sesama kita saling memutuskan silaturahmi, apalagi saling bermusuhan," ucap Ketua Banggar DPR ini.

Dalam pertemuan dengan Anies, Puan didampingi suaminya Hasporo Sukmonohadi.

Sementara Anies bersama istrinya, Fery Farhati.

Sebelum bertemu Puan, Anies juga sebelumnya sempat bersua dengan bakal capres PDIP Ganjar Pranowo di Tanah Suci.

Prabowo-Jokowi bertemu

PDI Perjuangan dinilai tengah khawatir melihat kedekatan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto baru-baru ini.

Pasalnya, kemesraan itu bisa jadi merupakan sinyal dukungan presiden terhadap bakal calon presiden (capres) Pemilu 2024.

“Respons Puan Maharani dan elite-elite politik PDI Perjuangan lain mengenai kedekatan atau juga kebersamaan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto memang sangat normatif sekali dengan mengatakan kebersamaan tersebut tidak lebih dari relasi presiden dan menteri,” kata peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro kepada Kompas.com, Kamis (29/6/2023).

“Tapi, di balik sikap normatif tersebut justru terlihat seperti tersimpan rasa kecemasan atas kedekatan Presiden Joko Widodo dan Prabowo,” tuturnya.

Memang, kata Bawono, sebagai kader partai banteng, Jokowi tak bisa dilepaskan dari PDI-P yang telah mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal capres Pemilu 2024.

Namun, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan yang didukung oleh banyak partai politik, Jokowi bisa jadi punya kepentingan sendiri.

“Karena itu, bukan tidak mungkin preferensi politik Presiden Joko Widodo dalam hal bakal calon presiden mendatang tidak sama dengan pilihan politik dari PDI-P,” ujarnya.

Bawono pun menilai, kemesraan Jokowi dan Prabowo belakangan kian terlihat intens.

Keduanya tampak dekat, baik secara personal maupun dalam urusan politik.

Dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan kunjungan ke daerah, presiden hampir selalu mengajak Menteri Pertahanan (Menhan) itu.

Jokowi juga tak sekali dua kali memuji, bahkan memberikan endorsement atau dukungan ke Prabowo.

Baru-baru ini, Jokowi mengundang Prabowo dalam pertemuan empat mata di Istana Negara.

Dalam sebulan, pertemuan itu bahkan terjadi sebanyak tiga kali.

Prabowo pun secara terbuka mengungkap bahwa pertemuan tersebut turut membahas persoalan politik dan rencana-rencana dirinya ke depan.

“Apakah kebersamaan ini bisa dilihat sebagai kode keras dari presiden mengenai siapa paling diharapkan dapat menjadi presiden selama lima tahun mendatang? Bisa saja hal itu demikian ditafsirkan,” kata Bawono.

Diketahui, Prabowo Subianto kembali bertemu empat mata dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/6/2023) sore.

Dengan pertemuan kemarin, Jokowi dan Prabowo setidaknya sudah tiga kali bertemu di Istana selama satu bulan terakhir.

Prabowo mengungkap, dalam pertemuan itu presiden memberikan sejumlah arahan terkait tugas-tugasnya sebagai Menteri Pertahanan.

Namun demikian, Prabowo juga tak membantah bahwa ada pembicaraan politik antara dirinya dan kepala negara.

Kepada Prabowo, Jokowi bertanya soal rencananya ke depan di kancah politik.

“Ya bertanya tentang rencana-rencana saya ke depan dan sebagainya,” ujarnya usai pertemuan.

Sebelumnya, pada 9 Juni 2023, Jokowi juga memanggil Prabowo ke Istana Kepresidenan, Jakarta.

Keduanya bertemu di tengah hangatnya isu proporsal perdamaian Rusia-Ukraina yang diusulkan Prabowo.

Sepekan berselang, pada 18 Juni 2023, Prabowo kembali dipanggil Jokowi.

Kali ini, pertemuan dihelat di Istana Kepresidenan Bogor dengan agenda makan siang.

Adapun Prabowo telah diumumkan Partai Gerindra sebagai bakal capres Pemilu 2024. Sementara, PDI-P bakal mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon RI-1.

Bakal capres lainnya yakni Anies Baswedan didukung oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang digagas Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved