Pilpres 2024
Airlangga-Cak Imin Bersaing Jadi Cawapres Prabowo, Nurdin Halid: Ini Amanah Munas Golkar
Nurdin Halid mengungkapkan Golkar intens melakukan lobi politik ke Gerindra, PKB, PAN mendorong nama Airlangga Hartarto jadi capres atapun cawapres
TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah nama bersaing jadi calon wakil presiden pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Kader Partai Golkar dan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong ketua umum masing-masing jadi calon pendamping Prabowo.
Kader Golkar mendorong nama Airlangga Hartarto, sedangkan kader PKB mengajukan nama Muhaimin Iskandar.
"Harapan kita kader Golkar Pak Airlangga jadi Cawapres Pak Prabowo, atau berpasangan dengan Pak Zulkifli Hasan membentuk poros keempat. Itu sehat karena memberi banyak pilihan kepada rakyat supaya rakyat berdaulat memilih calon pemimpin," kata Wakil Ketua Umum DPP Golkar AM Nurdin Halid kepada wartawan Sabtu (17/6/2023).
Nurdin Halid mengatakan Golkar secara konstitusi partai telah menetapkan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden.
Hal itu merujuk pada hasil musyarawarah nasional Golkar tahun 2019 dan rapimnas Golkar tahun 2020.
"Jadi bukan tiba-tiba, tapi sudah lama dipersiapkan," kata Nurdin Halid.
Meski demikian, Nurdin Halid mengatakan Golkar menyadari dinamika politik nasional, yakni memenuhi 20 persen presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.
Golkar mesti mencari koalisi untuk mencukupi 20 persen presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.
"Oleh karena itu Pak Airlangga dengan tim yang dibentuk Golkar terus melakukan lobi politik dengan semua partai. Itulah sehingga Pak Airlangga intes untuk melobi Gerindra, PKB, PAN, PPP. Dulu sebetulnya tahun lalu sudah terbentuk KIB, sudah pernah diwacanakan koalisi kebangsaan koalisi gemuk lima partai tapi kemudian itu tidak berkembang karena PPP beralih mendukung Pak Ganjar," kata Nurdin Halid.
Nurdin Halid mengungkapkan, Golkar juga membuka peluang membangun poros keempat bersama Partai Amanat Nasional sembari melobi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra.
Menurutnya, hal itu dilakukan dalam rangka menjalankan perintah munas Golkar, yakni Ketua Umum Airlangga Hartarto direkomendasikan maju capres ataupun cawapres.
"Sekarang adanya keinginan atau gagasan untuk menghadirkan poros keempat, sangat baik, sangat dinamis, dan positif untuk demokrasi," kata Nurdin Halid.
"Oleh karena itu sekarang yang intens dilakukan Golkar adalah melobi partai lain supaya bisa membangun koalisi membangun poros keempat. Kalau ke Pak Prabowo, masih fleksibel, dinamis, isa dibicarakan dengan KIR, kita harus hargai itu, ini bisa dibicarakan demi kepentingan bangsa, dan rakyat untuk menentukan pemimpin masa depan," kata Nurdin Halid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Umum-DPP-Golkar-AM-Nurdin-Halid-78654.jpg)