Sunah Islam
Tanda-tanda Amal Ibadah Anda Diterima Allah SWT Menurut Buya Yahya, Pasti Alami Hal Berbeda
Terdapat beberapa tanda-tanda yang akan dijelaskan oleh Buya Yahya mengenai diterimanya amal ibadah kita oleh Allah SWT.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pendakwah terkenal di Indonesia Buya Yahya, memberikan penjelasan tentang tanda-tanda bahwa amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Terdapat beberapa tanda-tanda yang akan dijelaskan oleh Buya Yahya mengenai diterimanya amal ibadah kita oleh Allah SWT.
Melakukan amal ibadah merupakan anjuran bagi seluruh umat Muslim dalam agama Islam.
Ketika kita melaksanakan amal ibadah, sebagai hamba yang taat, kita berharap agar apa yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, mendapatkan keridhaan-Nya, dan berharap untuk memperoleh pahala yang diberikan oleh Allah SWT.
Agama Islam menyarankan berbagai macam amal ibadah yang dapat kita lakukan setiap saat, baik itu ibadah wajib maupun ibadah sunnah.
Baca juga: Dua Amalan Penting saat Dzulhijjah atau Bulan Haji Menurut Buya Yahya, Pahala Besar Jika Dilakukan
Baca juga: Baca Doa Ini Sebelum Berhubungan Suami Istri Menurut Buya Yahya, Setan Tak Berani Ganggu
Selain itu, terdapat banyak amalan lain yang dapat kita lakukan, salah satunya adalah sedekah.
Dalam hal sedekah, Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar dan penggantian harta yang melimpah bagi orang yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu sesama.
Namun, tidak semua amal yang dilakukan manusia akan diterima oleh Allah SWT.
Hal ini disebabkan karena banyak orang yang melakukan amal dan sedekah dengan harapan mendapatkan keuntungan pribadi, bukan ridha dari Allah SWT.
Bagaimana cara mengetahui alaman kita diterima atau tidak oleh Allah SWT?
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Rabu (7/6/2023), Buya Yahya menjelaskan seperti apa tanda-tanda amalan seseorang yang diterima
Jadi seseorang yang amalnya diterima oleh Allah SWT, orang tersebut akan rindu melakukan amal itu lagi.
Ada kenikmatan usai membantu orang lain yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Kenikmatan itulah yang membuat orang itu ingin melakukan lagi dan lagi.
"Tanda amal kita diterima oleh Allah adalah kita rindu untuk melakukan itu lagi. Kalau tanda kita tidak diterima tuh was-was. Karena lezat menikmati, makna lezat ini tidak bisa dibayangkan.” Jelas Buya Yahya.
Seseorang yang diterima amalannya oleh Allah senantiasa merasakan kerinduan untuk melakukan amalannya berulang kali.
"Maka karena diterima kita senang untuk melakukan lagi. Tapi kalau tidak diterima malas," jelas pimpinan pondok pesantren Al Bahjah Cirebon tersebut.
Dengan kerinduannya melakukan amalan kebaikan maka akan membuatnya semakin senang dan giat dalam melakukannya.
Lebih lanjut, Buya Yahya memberikan perumpamaan dalam beramal, yaitu seperti halnya ketika seseorang memberikan hadiah kepada seorang raja.
Ketika raja itu senang menerima hadiah itu maka si pemberi hadiah pasti juga akan sangat senang kemudian ingin berulang kali untuk memberikan hadiah.
Ketika hadiah tidak diterima, si pemberi akan menjadi malas dan kurang bersemangat.
"Mungkin orang kaya, seorang raja kita berikan hadiah kepada dia, kemudian setelah diterima akan diberi oleh kita, maka karena diterima kita senang untuk melakukanya lagi, dengan Allah pun begitu," sambungnya.
Demikian juga dalam beramal, seseorang yang tidak diterima amalannya dia akan malas dan sulit untuk melakukannya lagi.
Itulah penjelasan Buya Yahya tentang tanda diterima serta tidak diterimanya amal seseorang.
Buya Yahya dalam kajian dakwahnya mengungkap mengenai rumus memiliki pasangan penghantar ke surga.
Dengan mengetahui rumus ini, rumah tangga yang dibina pasangan suami istri atau pasutri semakin terasa indah dan berkah.
Dikatakan Buya Yahya jika rumus memiliki pasangan penghantar ke surga ini begitu sederhana.
Lantas, bagaimana rumus memiliki pasangan penghantar ke surga itu? Simak penjelasan Buya Yahya dalam artikel ini.
Buya Yahya berpesan jika ingin pernikahan berkah dan semakin indah, maka jadikan pernikahan itu sebab semakin dekat dengan orang tua.
"Jadikan pernikahanmu hai semuanya, agar berkah hidupmu semakin indah, jadikan pernikahan itu, pernikahanmu sebab kalian semakin dekat kepada orang tua kalian," kata Buya Yahya dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Selasa (6/6/2023).
Buya Yahya pun ungkap rumus sederhana agar pasangan menjadi penghantar ke surga.
"Rumusnya sederhana, hai suami ajarin istrimu agar semakin hari semakin dekat dengan bapak ibunya, bukan mu.
Wahai istri ajari suamimu agar semakin hari semakin baik dengan bapak ibunya, bukan ibumu," sambungnya.
Lebih lanjut kata Buya Yahya, seorang pasangan yang sholeh dan sholehah adalah dia yang baik dengan orang tuanya.
Maka jika kamu sudah mendapatkan pasangan sholeh dan sholehah seperti itu, pantas untuk dititipkan benih di rahimnya untuk wanita sementara untuk pria pastikan orang yang layak menitipkan benih di rahimmu.
"Karena kalau istrimu yang baik dengan bapak ibunya, maka dia wanita shalehah, pantas kau titipkan benih di rahimnya.
Jika suamimu orang sholeh, baik dengan bapak ibunya, dia laki-laki sholeh yang layak untuk menitipkan benih di rahimmu wahai wanita," imbuhnya.
Mengapa demikian? Dikatakan Buya Yahya mungkin saja sebelum menikah suami atau istri kurang dekat dengan orang tuanya, maka jika diingatkan itu bisa menjadi sebab penghantar ke surga.
Terakhir, Buya Yahya mengingatkan para suami dan istri agar saling tolong menolong dan berbakti di dalam pernikahan agar keduanya dapat menghantarkan ke surganya Allah.
“ini kunci tolong menolong dalam berbakti, mungkin sebelum menikah kurang dekat dengan orang tuanya, maka diingatkan, hebat itu, itu suami penghantar surga, dan istri menghantar surga,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dalam-suatu-pengajian-Al-Bahjah-yang-dipimpin-oleh-Ustadz-Buya-Yahya.jpg)