Headline Tribun Timur
WHO Setop Ancaman Covid
Kemerdekaan dari Covid-19 itu diproklamirkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di laman Instagram WHO, Sabtu (6/5/2023)..
Makassar, Tribun - Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), akhirnya melepas jagat raya dari belenggu Covid-19. WHO menyatakan dunia saat ini sudah bebas dari Covid 19. Kasus Corona tidak lagi menjadi darurat kesehatan global.
Kemerdekaan dari Covid-19 itu diproklamirkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di laman Instagram WHO, Sabtu (6/5/2023).
Sehari sebelum pengumuman resmi WHO, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel melaporkan terjadinya peningkatan kasus positif Covid-19 di daerah ini.
Dinkes mengimbau warga Sulsel memperketat lagi pemakaian masker dan menyegerakan booster.
Saat WHO mengumumkan hal itu, Dinkes Sulsel mencatat masih ada 149.093 kasus Covid-19 di Sulsel.
Dinkes Sulsel melaporkan, terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 pasca-Lebaran di daerah ini.
“Data kemarin tercatat ada 26 kasus. Ada peningkatan kasus namun belum ada lonjakan,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, Ardadi, Jumat (5/5).
Ardadi mengimbau masyarakat agar kembali memperketat pemakaian masker pada saat melakukan aktivitas di luar rumah.
“Pesannya adalah kembali mendorong penggunaan masker, utamanya di tempat tempat ramai dan tentu saja segera booster bagi yang belum booster,” tegas Ardadi.
WHO mencabut status dunia darurat Covid-19 setelah situasi ini disematkan selama dua tahun lebih.
Dunia mulai diteror Corona pada akhir 2019. WHO mulai mendeklarasikan Covid-19 sebagai darurat kesehatan dunia pada 30 Januari 2020.
Lebih dari 6 juta orang di dunia dilaporkan meninggal dunia akiat Corona, hampir tiga kali lipat dari prediksi WHO dulu.
Tedros mengungkapkan covid-19 menunjukkan penurunan kasus.
“Kemarin, Komite Darurat Covid-19 bertemu untuk ke-15 kalinya dan merekomendasikan kepada saya agar saya menyatakan mengakhiri darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional,” tulis Tedros, Sabtu (6/5/2023)
“Saya telah menerima nasihat itu. Dengan harapan besar saya menyatakan Covid-19 berakhir sebagai darurat kesehatan global,” tegas Tedros menambahkan.
Kendati demikian, Dinkes Sulsel belum gegabah menentukan arah kebijakan terkait Covid-19.
Dinkes Sulsel masih menunggu keputusan resmi dari Presiden RI Joko Widodo.
“Kami menunggu kkeputusan resmi dari Bapak Presiden,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rosmini Pandin, kemarin.
Sikap senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Elisabeth.
“Saya juga memantau beberapa media dan rilis dari WHO, tapi hingga siang ini, kami belum mendapatkan surat resmi dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes RI), tapi tetap kami menunggu surat resmi dari pusat,” tegas Elisabeth, kemarin siang
Ia juga menyampaikan, jika sudah ada surat resmi dari Kemenkes RI, akan segera mempublikasikan ke masyrakat.
“Nanti kami (Dinas Kesehatan Toraja Utara), infokan secepatnya jika sudah ada surat resmi diterima,” ujar Elisabeth.
Kasus Meningkat
Konfirmasi positif virus corona di Sulsel dan Jawa Timur dilaporkan meningkat selepas libur Lebaran 2023.
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril mengatakan tambahan kasus Covid-19 saat ini telah mencapai lebih dari 200 kasus per hari.
“Sebelumnya kenaikannya 50 kasus per hari, per 24 April 2023 ini kenaikannya 200 kasus per hari,” kata Jibril saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/5).
Peningkatan Covid-19 harian ini, kata Jibril, seperti pola tahun lalu.
Menurutnya, mobilitas masyarakat yang tinggi akan berpengaruh pula pada pertambahan kasus.
“Memang pola yang sama kami amati dari tahun sebelumnya, di mana tingginya mobilitas masyarakat, di situ kasus meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim per Kamis, 4 Mei 2023, tercatat kasus kumulatif Covid-19 Jatim mencapai angka 643.895. Kasus aktif sebanyak 1.228.
Sementara itu, jumlah pertambahan kasus harian pada 4 Mei, mencapai 326 kasus konfirmasi positif, 248 pasien sembuh dan 2 pasien meninggal dunia.
“Daerah tertinggi yakni Surabaya mencapai 114 kasus baru per 4 Mei, dan 91 kasus pada 3 Mei. Disusul Kabupaten Gresik 25 kasus baru, Sidoarjo dan Kota Malang masing-masing 22 kasus, Kabupaten Ngawi 20 kasus dan Kabupaten Kediri 16 kasus. Sedangkan daerah lainnya di bawah itu,” kata Jibril.
Jibril menyebut RSUD dr Soetomo Surabaya telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan ruangan perawatan dan ruangan operasi khusus pasien Covid.
Selain itu, untuk meminimalisir penularan, seluruh pasien yang masuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya juga wajib menjalani screening melalui tes PCR.
“Hal yang terpenting adalah, kami imbau kepada masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, khsususnya yang punya penyakit komorbid rentan terpapar covid-19, karena imunnya rendah,” ujarnya.(qih/TribunToraja.com)
HL Tribun Timur 7 Mei 2023. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengumuman-WHO-terkait-Covid-19-tidak-lagi-menjadi-darurat-kesehatan-global.jpg)