Lomba Perkusi di Benteng Somba Opu Sukses Pukau Pengunjung
Pertunjukan oleh pemain yang mengenakan pakaian adat Makassar itu tampak sukses memukau pengunjung yang hadir.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak tujuh sanggar seni atau komunitas perkusi meramaikan Pagelaran Musik Perkusi Daerah di Baruga Benteng Somba Opu, Makassar, Kamis (4/5/2023) malam.
Pagelaran dengan tema 'Semarak Idul Fitri dengan Rentak Perkusi' itu, digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan.
Adapun tujuh komunitas yang menampilkan kreasinya adalah, Sanggar Seni Andikar, Sanggar Seni Katanka, Sanggar Seni Kalegowa, Sanggar Seni Pusaka Art, ODP Perkusion, Sanggar Seni Makassar Art dan Komunitas Musik Barombong.
Penampilan ke tujuh komunitas atau sanggar seni itu, dinilai oleh pengamat Abdul Bashit, Erwin Sulaiman dan Abd Kasrin.
Terselanggaranya pertunjukan musik perkusi nuansa Islami itu dipaparkan Ketua Panitia Dewati dan dibuka Kepala UPT Taman Budaya Benteng Somba Opu, Hj Nurwati mewakili Kepala Dinas Kebudayaan Sulsel.
Haja Nurwati, dalam sambutannya menyampaikan, maksud diadakannya pertunjukan itu untuk menyemarakkan Idul Fitri 1444 Hijriah.
"Dengan menggelar karya seni sebagai representasi kreativitas kelompok musik perkusi nuansa Islami merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan kesenian," ucap Nurwati saat sambutan.
Pertunjukan diawali dengan penampilan sanggar Seni Kalegowa.
Pertunjukan oleh pemain yang mengenakan pakaian adat Makassar itu tampak sukses memukau pengunjung yang hadir.
Begitu juga dengan enam sanggar seni dan kelompok musik yang tampil bergiliran, juga dihujani tepuk tangan meriah penonton.
Ditemui seusai acara, Nurwati menuturkan, hajatan yang digelar bagian dari penyaluran bakat generasi muda.
Juga bentuk kepedulian Dinas Kebudayaan dalam mengembangkan kesenian.
"Jadi semarak Idul Fitri ini, juga merupakan ajang penyaluran bakat dari generasi kita yang mempunyai bibit-bibit kesenian," ujarnya.
Ia pun berharap agar acara serupa dapat digelar rutin tiap tahunnya.
Sebab, selain menjadi ajang penyaluran bakat, juga dianggap sebagai bentuk upaya melestarikan budaya.
"Terlebih antusiasme masyarakat yang turut menyaksikan juga sangat antusias," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mm-slimm.jpg)