Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Libur Lebaran, Warga Ramai Kunjungi Wisata Civin Camp Karangan Latimojong Enrekang

Salah seorang pengunjung asal Kota Makassar, Ruhul menuturkan, dirinya datang piknik bersama anak dan istri.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Suasana Civin Camp Karangan, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, ENREKANG - Memasuki libur Lebaran 2023, warga mulai memadati kawasan wisata Civin Camp Karangan, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (23/4/2023).

Destinasi wisata alam ini berada Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu.

Pantauan Tribun-Timur, objek wisata yang terletak di kaki Gunung Latimojong ini mulai dipadati oleh pengunjung sekitar pukul 09.00 Wita.

Sebagian besar dari wisatawan datang bersama satu rombongan keluarga.

Bahkan, mereka juga membawa hidangan makanan dari rumah masing-masing.

Di kawasan Civin Camp Karangan, sebagian besar wisatawan menikmati aliran sungai kecil.

Adapula yang bermain river tubing dan dipandu langsung oleh pengelola.

Salah seorang pengunjung asal Kota Makassar, Ruhul menuturkan, dirinya datang piknik bersama anak dan istri.

Ia mengaku pertama kali berkunjung ke objek wisata Civin Camp Karangan.

"Saya dengar informasi dari teman-teman, katanya di sini ada tempat piknik yang cocok untuk keluarga dan memang tempatnya sangat alami," kata Ruhul, Minggu (23/4/2023).

Selain menikmati suasana alam yang asri, menurut Ruhul, fasilitas objek wisata ini cukup lengkap.

Seperti fasilitas jaringan internet atau Wi-Fi, tempat penginapan (vila), Musollah, hingga area spot-spot foto pun cukup lengkap.

"Cukup nyaman dan fasilitasnya cukup lengkap, fasilitas air ada, listrik, bahkan di sini juga ada sinyal nelpon dan akses internet," ujarnya.

Meski demikian, Ruhul mengungkapkan, perlunya perbaikan soal akses jalan menuju wilayah destinasi wisata Civin Camp Karangan.

Sebab, sejumlah akses jalanannya masih rusak dan cukup sempit.

"Jalanannya cukup ekstrim, ada juga yang masih rusak dan kendaraan roda empat sangat sulit berpapasan. Mungkin harus ada perbaikan dari pemerintah," tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved