Pilpres 2024
Hasil Survei Capres SMRC: Ganjar Pranowo dan Prabowo Bersaing Ketat, Anies dan Ridwan Tertinggal
Hasil survei pada 11-14 April 2023 menunjukkan, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto adalah yang tertinggi untuk dipilih sebagai presiden
TRIBUN-TIMUR.COM - Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) telah merilis hasil survei terbarunya.
Hasil survei pada 11-14 April 2023 menunjukkan, elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto adalah yang tertinggi untuk dipilih sebagai presiden.
Persantese Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto masih bersaing ketat.
"Bila pemilihan presiden diadakan pada waktu survei ini dilakukan, sementara ini Prabowo dan Ganjar bersaing cukup ketat, di bawah keduanya ada Anies dan Ridwan Kamil," tulis SMRC dalam keterangannya, Sabtu (15/4/2023).
Dalam simulasi semi terbuka di mana responden diberikan daftar 30 nama untuk dipilih sebagai presiden, Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 24,3 persen, unggul tipis di atas Prabowo (22,5 persen).
Sementara, Anies dan Ridwan Kamil masing-masing mempunyai elektabilitas di angka 15 persen dan 6,8 persen.
Sedangkan angka keterpilihan calon lainnya di bawah 3 persen, dan ada 14,6 persen responden yang tidak tahu/tidak menjawab.
Situasi serupa muncul dalam simulasi tertutup enam nama di mana responden hanya bisa memilih salah satu dari enam tokoh yang disodorkan sebagai calon presiden.
Dalam simulasi ini, Ganjar mendapatkan elektabilitas sebesar 26,8 persen, unggul tipis dari Prabowo (25,4 persen).
Di bawah keduanya terdapat Anies (16,7 persen), Ridwan Kamil (13,8 persen), Mahfud MD (4,1 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,1 persen), sedangkan ada 11,1 persen responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Adapun survei ini dilakukan dengan cara wawancara melalui telepon terhadap 1.216 orang responden yang dipilih dengan metode random digit dialing.
Survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
LSI sebut Ganjar anjlok
Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyampaikan hasil surveinya terhadap tiga kandidat calon presiden (capres) memperlihatkan, elektabilitas Ganjar Pranowo turun dalam 3 bulan terakhir.
Pada survei Januari 2023, Gubernur Jawa Tengah itu mengantongi elektoral 36,3 persen.
Angka tersebut sedikit turun pada Februari 2023 menjadi 35,0 persen.
Pada survei April 2023, elektabilitas Ganjar merosot signifikan sekitar 8,1 persen menjadi 26,9 persen.
"Jadi meskipun dia angka absolutnya tidak signifikan secara statistik, tapi ada kecenderungan rupanya itu makin menurun sekarang," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei daring, Minggu (9/4/2023).
Menurut Djayadi, ada sejumlah faktor yang menyebabkan elektabilitas Ganjar merosot.
Salah satunya, sinyal dukungan atau endorsement yang berulang kali dimunculkan Presiden Joko Widodo terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Memang, sebelumnya, Ganjar dicitrakan sebagai sosok penerus Jokowi.
Pemilih Jokowi pada Pemilu 2019 lalu disebut-sebut bakal memberikan dukungan buat politisi PDI Perjuangan itu.
Namun, karena kerapnya Prabowo di-endorse Jokowi, sebagian massa presiden perlahan mulai berpindah ke Prabowo, tak lagi semata-mata di pihak Ganjar.
Ini diperkuat dengan temuan survei LSI yang memperlihatkan bahwa publik yang puas terhadap kinerja kepala negara cenderung mendukung Prabowo dan Ganjar.
"Kalau kita berpikir secara sederhana, penurunan 8,1 persen turunnya suara Ganjar itu terpecah ke menjadi undecided voters, lalu sebagian ke Prabowo, sedikit ke Anies (mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan)," terang Djayadi.
Selain itu, menurut Djayadi, anjloknya elektoral Ganjar juga disebabkan karena batalnya gelaran Piala Dunia U20 di Tanah Air.
Oleh publik, Ganjar dinilai menjadi salah satu penyebab Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mencopot Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 karena sempat lantang menolak kepesertaan Timnas Israel.
"Dilanjutkan dengan peristiwa kekecewaan piala dunia, maka klop itu (suara Ganjar menurun)," kata Djayadi.
Pada saat bersamaan, elektabilitas Prabowo Subianto mengalami kenaikan.
Pada Januari 2023, elektoral Menteri Pertahanan itu sebesar 23,2 persen.
Lalu naik menjadi 26,7 persen pada Februari 2023, dan melonjak menjadi 30,3 persen pada April 2023.
Raihan elektoral itu menempatkan Prabowo sebagai kandidat capres di urutan nomor satu, menggeser nama Ganjar.
Sementara, di urutan ketiga ada sosok Anies Baswedan yang elektabilitasnya juga sedikit mengalami kenaikan.
Tingkat elektoral Anies pada Januari 2023 sebesar 24,2 persen, lalu menurun sedikit menjadi 24,0 persen pada Februari 2023, dan naik menjadi 25,3 persen pada April 2023.
Adapun survei ini digelar pada 31 Maret-4 April 2023 melibatkan 1.229 responden yang dipilih secara acak.
Survei dilakukan melalui wawancara lewat telepon. Dengan metode tersebut, margin of error survei sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei SMRC: Ganjar-Prabowo Bersaing Ketat, Diikuti Anies"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hasil-survei-SMRC-pada-11-14-April-2023-menunjukkan.jpg)