Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Video

Video: Harga Cabai, Bawang hingga Beras di Sinjai Naik Jelang Ramadan

Beberapa bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadan..

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Beberapa bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadan.

Bahan dapur seperti cabai rawit, cabai besar, cabai kriting, tomat, bawang merah, bawang putih, sayur kol, dan kentang mengalami kenaikan harga signifikan.

Harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 60 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai besar dan cabai kriting kini mencapai Rp 50 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram.

Tomat juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 10 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 5 ribu per kilogram.

Bawang merah asal Kabupaten Bantaeng mengalami kenaikan harga menjadi Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram.

Baca juga: Pemkab Jeneponto Akan Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan di 11 Kecamatan

Bawang merah asal Enrekang mencapai Rp 40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.

Harga bawang putih juga mengalami kenaikan menjadi Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram.

Sayur kol yang sebelumnya dijual seharga Rp 5 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 15 ribu per kilogram, dan kentang kini dijual seharga Rp 30 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram.

Selain itu, harga beras di tingkat pengecer juga mengalami kenaikan.

Jenis beras Ceherang kini dijual seharga Rp 9.500 per liter dari sebelumnya Rp 8 ribu per liter.

Harga beras bromo mencapai Rp 12.000 per liter.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Sinjai, Muh Saleh menjelaskan, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan, sementara produksi di petani masih terbatas.

"Kami memastikan akan terus memonitor harga bahan pokok di pasar agar tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga yang berlebihan," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved