Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Galakkan Anti Mager di Bone

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bertandang ke Kabupaten Bone, pada Kamis (9/3/2023).

Penulis: Noval Kurniawan | Editor: Sukmawati Ibrahim
Noval Kurniawan/Tribun Timur
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengalakkan program Anti Malas Gerak (Anti Mager) di kampung halamannya, Bakungnge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Bone, Sulsel. 

TRIBUNBONE.COM, PONRE - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bertandang ke Kabupaten Bone, pada Kamis (9/3/2023).

Di Bone, Adik dari Mantan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman ini memiliki dua agenda penting.

Yakni menjalankan program Anti Malas Gerak (Anti Mager) dan meninjau hasil panen program mandiri benih dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Perkebunan (TPHP) Bone.

Anti Mager diselenggarakan di Bakungnge, Desa Mappesangka Kecamatan Ponre, Kabuapaten Bone, Sulsel.

Jarak Bakungnge, Desa Mappesangka Kecamatan Ponre dengan pusat kota Bone ini sekitar dua jam perjalanan menggunakan mobil.

Sementara peninjauan hasil panen program benih mandiri dilakukan di Desa Palakka, Kecamatan Kahu, Bone.

Jaraknya sama seperti perjalanan ke Bakungnge.

Baca juga: Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Safari Tani di Kampung Halaman

Untuk program Anti Mager turut dimeriahkan oleh beberapa kegiatan.

Seperti Jambore Penyuluh, Kontes Kopi, hingga pembagian door prize menarik.

Kegiatan Jambore Penyuluh diikuti seluruh balai penyuluh pertanian di 24 kabupaten kota di Sulsel.

Pada kesempatan itu, Andi Sudirman Sulaiman mengajak warga Bone untuk memulai pola hidup sehat.

"Lewat program Anti Mager ini kita ingin mengajak warga untuk hidup sehat. Salah satu caranya dengan rutin mengambil langkah kecil," kata orang nomor satu di Sulsel ini.

Bukan hanya itu, melalui kegiatan ini, ia juga ingin memperkenalkan komoditi kopi kepada pengunjung.

"Kita juga ingin memajukan komiditi kopi di Bone," ucapnya.

Tak lupa, ia juga mengapresiasi peran penting penyuluh pertanian karena sudah bekerja maksimal.

Sebab itu menjadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi terbaik kategori ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah berkat kerja keras petani dan penyuluh pertanian, stok beras Sulawesi Selatan menjadi stok tertinggi nasional 2,8 juta beras dan juga terbaik ketahanan pangan nasional,” katanya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved