Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Performa Luar Biasa PSM

Kemenangan 2-0 atas Dewa United membuat PSM Makassar menjadi tim pertama musim ini yang mencatatkan 7 kemenangan beruntun.

Editor: Hasriyani Latif
PSM MAKASSAR
Duel pemain PSM Makassar vs Dewa United di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (1/3/2023). Kemenangan 2-0 atas Dewa United membuat PSM Makassar menjadi tim pertama musim ini yang mencatatkan 7 kemenangan beruntun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - PSM Makassar berhasil mengalahkan tamunya, Dewa United di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Rabu (1/3/2023) sore. 

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menyebut tim besutannya memang layak menang atas Dewa United.

Gol PSM Makassar cetak Willem Jan Pluim di menit ke-2 dan gol bunuh diri Ichsan Kurniawan di menit ke-23.

Tavares menilai timnya layak menang berkaca pada statistik pertandingan.

Tim berjuluk Laskar Pinisi total lepaskan 13 tembakan berbanding tujuh tembakan Dewa United.

Bahkan, empat peluang tepat ke gawang berbanding satu tembakan Dewa United.

"Saya kira kita layak memenangkan pertandingan. Kita mendapatkan lebih banyak peluang dari pada mereka.

Lebih banyak tembakan juga ke gawang mereka," sebutnya saat konferensi pers usai pertandingan.

"Saya kira ini hasil yang fair untuk pertandingan," sambung Tavares.

Pelatih berkebangsaan Portugal ini mengapresiasi kerja keras ditunjukkan Willem Jan Pluim cs.

Di tengah padatnya jadwal pertandingan, tetap memberikan performa luar biasa.

"Saya kira pemain melakukan pekerjaan luar biasa di pertandingan ini. Di tengah jadwal sangat padat, kita masih bisa memberikan performa yang luar biasa," ucapnya.

Kemenangan 2-0 atas Dewa United membuat PSM Makassar menjadi tim pertama musim ini yang mencatatkan 7 kemenangan beruntun.

Baca juga: Skenario PSM Makassar Juara Pekan ke-32 di Kandang Madura United, Persib dan Persija Selamat Tinggal

Baca juga: Laga Persija vs Persib Bandung Ditunda Gegara Konser BLACKPINK di GBK, PSM Makin Nyaman di Puncak

Tak hanya itu, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) ini nyaman di puncak klasemen dengan 59 poin.

Unggul tujuh poin dari Persib Bandung di posisi dua dan delapan poin dari Persija Jakarta di peringkat tiga.

Kemenangan atas Dewa United juga mempertahankan keangkeran Stadion BJ Habibie dari lawannya.

Sudah sepuluh tim bermain Stadion BJ Habibie, tapi tidak ada yang bisa merebut poin penuh.

Sembilan tim pulang dengan tangan hampa, hanya satu tim berhasil bawa satu poin.
Kendati demikian, Tavares enggan jumawa. Menurutnya, timnya telah alami kekalahan kandang saat lawan Madura United.

Meski kekalahan kandang itu tidak dilangsungkan di Parepare karena pertandingan sistem bubble to bubble.

"Kita sudah kalah di laga sebelumnya (lawan Madura United). Tetap saja pertandingan itu dilaksanakan di kandang, meski di luar tetap saja kita berstatus kandang," jelasnya.

Baca juga: PSM Makassar Raih Tujuh Kemenangan Beruntun, Perlebar Poin dengan Persib dan Persija

Baca juga: PSM Tetap Bertengger di Puncak Klasemen, Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares: Tetap Rendah Hati

Terlepas dari 3 poin yang diperoleh, Tavares tetap menyoroti kinerja wasit.

"Hari ini kartu kuning diberikan kepada Yuran. Yuran ditarik bajunya dia yang dapat kartu," keluhnya.

"Bagaimana kita mau melakukan tugas kita dengan baik, bisa tenang kalau performa wasit terus begini," tuturnya.

Salahkan Lapangan

Pelatih Dewa United, Jan Olde mengatakan faktor lapangan penyebab timnya kalah.

Kondisi lapangan sangat berpengaruh pada permainan.

"Sebelum saya tidur sudah hujan, sore ini juga tadi hujan. Saya tidak tahu penilaiannya seperti apa, bisa atau tidak (bermain). Sederhananya kalau bola bisa berputar kalau tidak bisa berputar?," tegas pelatih asal Belanda itu.

"Kita tidak dapat bermain karena beberapa hal tersebut. Tapi kita juga harus menghadapi beberapa hal (kondisi lapangan)," katanya.

Menurutnya, dengan kondisi yang ada PSM Makassar lebih diuntungkan.

Dia menilai PSM Makassar terbiasa bermain dengan kondisi lapangan yang ada.

"Dengan permainan yang berbeda saya tidak menyalahkan pemain saya. Sekali lagi saya tidak menyalahkan pemain saya. Mereka (PSM) terbiasa main dengan cara seperti ini," pungkasnya.

Di sisi lain, pria 60 tahun itu juga mengeluhkan skil pemainnya.

Pria kelahiran Belanda itu mengaku tidak memiliki cukup pemain yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Itu terjadi di beberapa posisi pemain.

Sehingga dia harus menyesuaikan filosofi permainannya.

Baca juga: Pembelaan Pelatih Dewa United Usai Kalah dari PSM, Taktik Cerdik Tavares Bikin Jan Olde Mengeluh

Baca juga: Laga Persija vs Persib Bandung Ditunda Gegara Konser BLACKPINK di GBK, PSM Makin Nyaman di Puncak

"Kalau saya bikin kesimpulan ada beberapa posisi. Kita tidak memiliki pemain menggunakan sistem ini jadi saya coba menetapkan filosofi itu dengan sistem lain," katanya.

Kemudian, yang lebih penting dari filosofi adalah apa yang terjadi di lapangan.

Pemain Dewa United, Bhudiar Muhammad Reza mengatakan hal sama.

Menurutnya, faktor lapangan membuat beberapa peluang tidak dapat dimaksimalkan atau berbuah gol.

Padahal dari segi permainan, teman-temannya dapat mengimbangi tim lawan.

"Mungkin karena faktor lapangan kita kalah. Kondisi lapangan ikut mempengaruhi permainan kita," jelasnya.

"Sebenarnya kita di 30 menit pertama sudah bisa menguasai permainan, tapi faktor lapangan kita kurang maksimal," sambungnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved