Headline Tribun Timur
Banjir Rob Landa Sinjai Selama 2 Hari
Banjir rob melanda Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (24/2). Air pasang hingga ke pemukiman warga, kemarin sore.
TRIBUN-TIMUR.COM - Banjir rob melanda Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Jumat (24/2). Air pasang hingga ke pemukiman warga, kemarin sore.
Air banjir pasang masuk ke area pemukiman warga di Desa Tongke-tongke, Mangarabombang, Passahakue dan Desa Passimarannu.
"Banjir pasang naik tadi usai warga di desa ini menunaikan salat Asar atau sekitar pukul 16.00 Wita," kata Sekretaris Desa Tongke-tongke, Akbar Hijri.
Peristiwa tersebut tidak membuat masyarakat di wilayah pesisir Sinjai panik.
Malah tampak para anak-anak warga di daerah itu gembira bermain di atas air banjir air pasang.
Menurut warga setempat bahwa peristiwa alam itu setiap tahunnya terjadi.
"Tapi baru kali ini naik air pasang seperti ini, biasanya air tidak terlalu tinggi," kata Akbar Hijri.
Sementara warga Passahakue memilih mengambil pelampung yang terbuat dari gabus. Mereka bermain di atas air banjir pasang tanpa merasa takut.
"Setiap tahun begini, tapi waktunya biasanya tidak terlalu lama," kata Ambo, warga Passahakue.
Masyarakat yang terdampak banjir air pasang hanya mewaspadai sandal atau sepatu.
Sebab air pasang ini rawan menghanyutkan sandal atau sepatu.
Terpisah Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Andi Octave Amier menyebut dampak banjir rob.
"Banjir rob pasang laut kembali melanda tiga desa satu kelurahan," katanya.
Menurut warga setempat bahwa peristiwa alam itu setiap tahunnya terjadi.
"Tapi baru kali ini naik air pasang seperti ini, biasanya air tidak terlalu tinggi," kata Indo Tang.
Warga yang terdampak banjir rob mengaku sudah terbiasa.
Hanya saja masa waktu banjir biasanya tidak terlalu lama. Berbeda kali ini masa waktu banjir berlangsung lama.
Selain itu banjir rob ada yang masuk sampai di ruang tamu warga. Kondisi tersebut bagi rumah yang rendah pondasinya.
Selain melanda pemukiman warga. Efeknya berdampak pada tambak warga di empat lokasi itu.
Kabupaten Sinjai memiliki empat kecamatan berada di wilayah pesisir pantai Teluk Bone Bagian Selatan.
Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Utara, Kecamatan Tellulimpoe dan Kecamatan Pulau Sembilan.
Sementara di atas dataran tinggi Sinjai, angin kencang melanda sejumlah kecamatan, seperti di wilayah Kecamatan Sinjai Barat, Sinjai Tengah, Sinjai Selatan dan Sinjai Borong.(tribunsinjai.com/syamsul bahri)
HL Tribun Timur edisi Minggu (26/2/2023). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Air-banjir-rob-di-Passimmarannu-Kecamatan-Sinjai-Timur-Sabtu-2522023.jpg)