Opini

Restorasi Justice

Dalam konsep restoratif justice meliputi pemulihan hubungan antara pihak korban dan pelaku.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi/lutfie
Lutfie Natsir pengamat hukum. Lutfie Natsir penulis Opini Tribun Timur berjudul 'Restorasi Justice'. 

Oleh :
Lutfie Natsir
Pengamat Hukum

TRIBUN-TIMUR.COM - Restorasi Justice adalah merupakan suatu bentuk model pendekatan baru dalam penyelesaian perkara pidana.

Model pendekatan restorasi justice ini sebenarnya telah digunakan di beberapa negara dengan fokus pendekatannya kepada pelaku, korban dan masyarakat dalam proses penyelesaian kasus hukum yang terjadi diantara mereka.

Walaupun model pendekatan ini masih sering diperdebatkan dalam tataran teori oleh para ahli hukum, namun dalam kenyataannya tetap tumbuh dan berkembang serta mempengaruhi kebijakan dan praktek hukum dibanyak negara.

Di Indonesia Model penyelesaian restorasi justice telah dintrodusir melalui sejumlah ketentuan, dengan tujuan untuk memberikan keseimbangan diantara yang berkepentingan, pelaku, korban, masayarakat dan negara, tentunya dengan model pendekatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembaharuan hukum pidana Indonesia guna mencapai Keadilan, Kepastian, Kemanfaatan sebagai tujuan hukum dari hukum itu sendiri.

Konflik atau pertikaian dalam kehidupan masyarakat dewasa ini telah dan akan terus menjadi fenomena biasa dalam masyarakat, baik yang terkait antara dua individu maupun lebih, situasi ini akan semakin mempersulit dunia hukum dan peradilan apabila semua konflik, sengketa atau pertikaian itu diproses secara hukum oleh peradilan.

Oleh karena itu, perlu dicari upaya-upaya lain di luar prosedur peradilan pidana yang sudah ada, agar masyarakat tidak hanya tergantung pada prosedur yang ada saat ini, namun tetap mendapatkan keadilan dan penyelesaian masalah terutama untuk korban sebagai pihak yang paling dirugikan.

Di samping juga untuk pertanggung-jawaban pelaku, salah satu bentuk solusi yang ditawarkan adalah proses penyelesaian dalam konteks restoratif justice.

Konsep pendekatan restoratif justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri, mekanisme tata acara dan peradilan pidana yang berfokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku.

Konsep restorasi justice dikenal dengan adanya restitusi atau ganti rugi terhadap korban, hal ini berangkat dari pandangan bahwa dalam suatu peristiwa kejahatan, penderitaan orang yang telah menjadi korban tidak saja berakibat pada orang itu sendiri, tetapi juga berdampak pada orang-orang di sekitarnya, bahkan juga berdampak pada masyarakat dan negara dalam lingkup yang lebih luas.

Dalam praktek peradilan pidana, korban hanya diperlakukan atau diposisikan sebagai saksi (korban), tanpa berhak untuk ikut serta berperan aktif dalam sidang pengadilan.

Aparat penegak hukum hanya mendudukkan korban sebagai instrumen dalam rangka membantu mereka untuk menghukum atau menjatuhkan pidana bagi pelaku, tanpa pernah berlanjut pada apa yang dapat mereka berikan untuk kepentingan korban.

Namun demikian, dalam konsep restoratif justice meliputi pemulihan hubungan antara pihak korban dan pelaku.

Pemulihan hubungan ini bisa didasarkan atas kesepakatan bersama antara korban dan pelaku, pihak korban dapat menyampaikan mengenai kerugian yang dideritanya dan pelaku pun diberi kesempatan untuk menebusnya, melalui mekanisme ganti rugi, perdamaian, kerja sosial, maupun kesepakatan-kesepakatan lainnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved