PSM Makassar

Liga Ditunda hingga Pertandingan Tanpa Penonton, Pelatih PSM Makassar Puji Suporter Indonesia

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares bandingkan animo suporter Indonesia dengan sejumlah liga di Eropa.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
Media Officer PSM
Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares. Bernardo Tavares menyebut suporter di Indonesia memiliki passion dan antusias tinggi di setiap pertandingan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares menanggapi carut marut sepak bola Indonesia.

Sepak bola Indonesia memang dipenuhi persoalan tahun ini.

Mulai, Liga 1 alami penundaan, pertandingan tanpa suporter

Sampai Liga 2 dan Liga 3 dihentikan, berujung tanpa ada degradasi-promosi.

Terbaru, Liga 2 berpeluang dilanjutkan, tetapi menunggu keputusan dari PSSI.

Bernardo Tavares menyebut, identitas sepak bola Indonesia adalah suporter.

Suporter di Indonesia memiliki passion dan antusias tinggi di setiap pertandingan. Hal inilah yang sangat luar biasa.

"Saya kira inilah yang bagus. Kalau saya bisa mengatakan satu hal yang terbaik di sepak bola Indonesia adalah passion, kecintaan juga antusias suporter di sini," katanya saat pre match konferensi pers Persija Jakarta vs PSM Makassar pada Selasa (24/1/2023).

Juru taktik berkebangsaan Portugal ini membandingkan animo suporter Indonesia dengan sejumlah liga di Eropa.

Menurutnya, banyak liga di Eropa memiliki sepak bola lebih bagus, akan tetapi tidak memiliki suporter.

Baca juga: Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares Angkat Bicara Peluang Ramadhan Sananta Main di Luar Negeri

Baca juga: Persija Sulit Cetak Gol, PSM Makassar Tim Pertahanan Terbaik, Thomas Doll: Ini Pertandingan Sulit

"Banyak liga-liga di luar sana, juga di Eropa, kecuali liga besar di Eropa, memang memiliki sepak bola yang lebih dari yang di sini, tapi mereka tidak memiliki suporter dan inilah yang betul-betul harus dijaga di sini, kecintaan, passion tidak dimiliki di liga lain," tuturnya.

Bagi Tavares, suporter merupakan elemen yang sangat penting. 

Mereka bisa mengubah hasil untuk tim kebanggaannya.

"Meskipun mereka tim yang lebih lemah, tapi pada saat suporter ada di stadion, di Indonesia banyak hal bisa berubah," terang mantan talent scouting FC Porto ini.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved