Tersangka Korupsi 500 Ton Beras Bulog Pinrang Ajukan Praperadilan, Jaksa Ungkap Fakta Baru

Gugatan praperadilan itu diungkapkan, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Kasi Penkum Kejati Sulsel Soetarmi, didampingi Kasidik Pidsus Hary Surachman dan Ketua Tim Penyidikan Hanung Widyatmaka saat ditemui di kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (24/1/2023) sore.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu dari tiga tersangka korupsi hilangnya 500 ton beras di Gudang Bulog Cabang Pembantu Pinrang, mengajukan gugatan praperadilan.

Ialah I alias Irfan, sebagai pemohon dengan termohon Kepala Kejati Sulsel.

Gugatan praperadilan itu diungkapkan, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi, saat ditemui di kantornya, Selasa (24/1/2023) siang.

Soetarmi menjelaskan, gugatan praperadilan itu dimenangkan Kejati Sulsel selaku termohon.

"Sebagai informasi awal, gugatan praperadilan itu ditolak," kata Soetarmi.

Sementara itu, Aspidsus Yudi Triadi melalui Kasidik Pidsus Kejati Sulsel Hari Surachman mengatakan, gugatan yang dilayangkan Irfan lantaran menganggap penetapan tersangka dirinya tidak profesional.

"Mereka menggugat, sah tidaknya penetapan tersangka," ujar Hary Surachman.

"Dia (Irfan) menganggap kami (Kejati Sulsel) tidak profesional , menganggap penyelidikan kita tidak ada, tidak cukup alat bukti sehingga mengajukan praperadilan," sambungnya.

Namun, dalam sidang putusan itu kata Hary Surachman, Hakim Tunggal Lulu Winarto, memutuskan menolak praperadilan pemohon (Irfan).

"Alhamdulillah satu minggu menguras waktu, tadi pagi putusannya dan putusan hakim tunggal PN Makassar menolak pra peradilan tersangka (Irfan)," bebernya.

Dengan adanya putusan praperadilan itu, Hary Surachman pun menegaskan akan segera merampungkan berkas perkara para tersangka untuk disidangkan.

"Kedepan tancap gas lagi untuk menyelesaikan pemberkasan," jelasnya.

Barang bukti dua bidang tanah yang dijaminkan Irfan ke mantan Kepala Cabang Pembantu Bulog Pinrang, Radityo W Putra, lanjut Hari akan disita.

"Tanah-tanah yang kami sudah sita kemarin suratnya kami akan sita juga, dimana tempat itu berada kami akan pasangi plang kemudian kami sudah minta apresial untuk hitung dalam rangka pengembalian uang kerugian negara," terang Hari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved