Keterangan Ferdy Sambo dan Putri Kini Sudah Beda Soal Pelecehan, Dimarahi Setelah Brigadir J Tewas

Sebelumnya Putri Candrawathi ngotot jika dirinya dilecehkan Brigadir J hingga membuat Ferdy Sambo marah besar.

Editor: Ansar
Kolase Tribun-timur.com
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Keterangan Ferdy Sambo dan Putri kini sudah beda soal pelecehan seksual yang dituduhkan ke Brigadir J. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Keteragan Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi soal pelecehan seksual yang ditudingkan ke Brigadir J.

Sebelumnya Putri Candrawathi ngotot jika dirinya dilecehkan Brigadir J hingga membuat Ferdy Sambo marah besar.

Namun ternyata keterangan Ferdy Sambo beda. Ia menyebut Putri marah karena dilibatkan dalam skenario pelecehan.

Ferdy Sambo mengaku telah dimarahi Putri Candrawathi sehari setelah kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, atau lebih tepatnya pada 9 Juli 2022 silam.

Putri marah karena dilibatkan dalam skenario polisi tembak polisi yang dirancang Ferdy Sambo.

Hal tersebut Sambo sampaikan saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam persidangan lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (24/1/2023).

Awalnya, Sambo menekankan jika tidak ada orang lain yang ikut menyusun skenario baku tembak antara Brigadir J dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Dia menyebut baik Putri, Kuat Maruf, Bharada E, maupun Bripka Ricky Rizal tidak terlibat dalam pembuatan skenario tersebut.

"Jalan cerita tersebut sepenuhnya didasarkan pada pengetahuan yang saya miliki sebagai seorang penyidik.

Sementara istri saya Putri Candrawathi, juga Kuat Maruf, Ricky Rizal bahkan Richard, jelas sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang tersebut," ujar Sambo di ruang sidang.

Sambo menjelaskan, pada 9 Juli 2022 atau sehari setelah pembunuhan Yosua, Putri justru marah kepada eks Kadiv Propam Polri tersebut.

Putri marah lantaran dilibatkan Sambo dalam skenario sebagai korban pelecehan seksual di rumah dinas Duren Tiga.

"Justru pada tanggal 9 Juli 2022, istri saya Putri Candrawathi sangat marah setelah saya menyampaikan cerita tembak-menembak yang melibatkan istri saya sebagai korban pelecehan di Duren Tiga," tuturnya.

Menurutnya, Putri sebenarnya sudah meminta kepada Sambo agar menyelesaikan permasalahan secara baik-baik dengan Yosua.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved