Marak Isu Penculikan Anak, Begini Cara SD Perumnas Antang I/1 Jaga Murid Sampai Pulang Rumah
Bermula dari kasus Kasus penculikan dan pembunuhan Muh Fadli Sadewa (11) di Kota Makassar pelaku AD dan AMF mengaku terobsesi penjualan organ tubuh
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus Penculikan Anak di Makassar terus jadi perhatian publik di Sulsel.
Para orangtua pun dihantui rasa khawatir terkait keamanan anak
Bermula dari kasus Kasus penculikan dan pembunuhan Muh Fadli Sadewa (11) di Kota Makassar.
Pelaku AD dan AMF mengaku terobsesi dengan penjualan organ tubuh di sosial media.
Setelahnya, beberapa kasus kemudian dikaitkan dengan penculikan anak.
Pihak sekolah di Kota Makassar pun meningkatkan pengawasan kepada peserta didiknya.
Termasuk yang dilakukan SDN Inpres Perumnas Antang I/1.
"Kita terus sampaikan ke siswa bahwa jangan pulang kalau bukan orangtua yang jemput," ujar Kepala Sekolah Hapsah MPd, Kamis (19/1/2023)
"Jadi itu gerbang sekolah ditutup. Nanti ada orangtuanya baru bisa keluar siswa pulang," sambungnya.
Tak hanya kepada orangtua dan siswa, Hapsah juga menekankan kepada guru untuk lebih memperhatikan siswa.
Para guru diminta untuk menjaga muridnya hingga sampai ditangan orangtua
"Guru tidak boleh pulang kalau muridnya belum dijemput. Kalau belum dijemput, guru telpon orangtuanya. Jadi harus dipastikan pulang dulu muridnya," sambungnya.
Pantauan Tribun-Timur.com, sejumlah orangtua siswa memang sudah menunggu anaknya sebelum bel pulang berbunyi.
Waktu pulang sekolah jenjang SD pada 12.30 Wita. Sementara, sejak pukul 12.00 Wita para orangtua sudah menunggu didepan gerbang.
Kondisi gerbang pun selalu tertutup dan dijaga satpam sekolah.
"Kami himbau harus meningkatkan pengawasan untuk jam-jam tertentu seperti saat pulang. Harus memang ada sinergi antara sekolah dengan orangtua," tutup Hapsah Mpd.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Orangtua-Siswa-SD-Inp-Perumnas-Antang-I1-kala-mengantar-dan-menjemput-222.jpg)