Tiga Legislator Gerindra Sulsel Digadang Maju Pilkada 2024, AIA Minta Kerja Menang Pemilu Dulu

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) membuka peluang bagi kadernya yang ikut dalam perhelatan Cakada.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun Timur Siti Aminah
Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) membuka peluang bagi kadernya yang ikut dalam perhelatan Cakada. Namun para kader diberi PR bekerja memenangkan Pilpres dan pemilu legislatif dulu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga legislator Partai Gerindra di DPRD Sulawesi Selatan di gadang-gadang bakal maju dalam perebutan kursi kepala daerah.

Tiga nama yang mencuat ialah Darmawangsyah Muin, Andi Mangunsidi dan Rusdin Tabi

Ketiganya merupakan anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tiga figur tersebut dikabarkan akan maju sebagai calon kepala daerah (Cakada) di wilayah pemilihannya masing-masing.

Darmawangsyah Muin misalnya, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel ini bakal maju di Pilkada Gowa.

Ia dipastikan menjadi salah satu kandidat dalam gelaran politik 2024 mendatang dengan menyusun tagline 
'Gowa Berua'. 

Selanjutnya Andi Mangunsidi, legislator dua periode di DPRD Sulsel ini berpotensi untuk maju dalam Pilkada Bone.

Pada Pileg lalu, ia berhasil mengantongi  suara 16.096 ribu di Kabupaten Bone.

Sementara Rusdin Tabi, merupakan anggota DPRD Sulsel yang terpilih lewat dapil IX meliputi Kabupaten Sidrap, Enrekang.

Adapun  basis pemilih Rusdin Tabi berpusat di Enrekang. Dengan kans yang dimiliki, ia diprediksi bakal meramaikan kontestasi pemilihan Cakada Enrekang 2024 nanti. 

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) membuka peluang bagi kadernya yang ikut dalam perhelatan Cakada.

Hanya saja, mereka diharapkan memberi kontribusi untuk partai lebih dulu melalui pemilihan legislatif (pileg).

Dengan begitu, partai juga bisa mengukur tingkat keterplihan para figur yang akan maju di Pilkada.

"Selain meningkatkan capaian suara partai sekaligus mengukur keterpilihan yang rencana kami usung di proses Pilkada," ucap AIA.

"Sekaligus buat yang bersangkutan menguji mesin organiknya di luar mesin partai. Kami tidak mewajibkan, tapi kami menyarankan kader - kader kami tes on the world sebelum memasuki langkah selanjutnya," sambungnya.

Apalagi jarak antara Pileg dan Pilkada cukup jauh sehingga ada kesempatan untuk mengikuti tahapan politik Pileg sebelum maju Pilkada.

"Jadi ada tiga potensi yang muncul di situ, pertama menambah suara partai, kedua melihat tingkat elektoral, ketiga melihat efesiensi dan efektivitas kerja tim yang mereka bangun. Tidak ada ruginya bagi teman - teman yang memiliki  potensi lebih. Khususnya dari sisi finansial," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved