Mahasiswa Meninggal saat Diksar
Video: Virendy Marjefy Meninggal saat Diksar, Keluarga Polisikan Panitia
Keluarga Virendy Marjefy, mahasiswa yang meninggal saat diksar, meminta Polres Maros menyelidiki kejadian ini.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Keluarga Virendy Marjefy Wehantouw (18), mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang meninggal saat mengikuti diksar Mapala di Tompobulu Maros meminta Polres Maros menyelidiki kejadian ini.
Kasat Reskrim Polres Maros Iptu Slamet saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari adik korban.
Keluarga yang bersangkutan melaporkan perihal kegiatan diksarnya.
Sampai hari ini yang dimintai keterangannya baru dari pihak keluarga yang membuat aduan.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek Tompobulu selaku wilayah atau TKP meninggalnya korban.
Sementara itu, Kapolsek Tompobulu, AKP Asgar telah melakukan peninjauan ke lokasi terjadinya insiden tersebut.
Dirinya juga mengaku terkejut dengan insiden ini. Pasalnya mahasiswa yang tengah melakukan diksar ini sebelumnya tidak melapor ke Pemerintah maupun Polsek setempat.
Kepala Desa Bonto Manurung, Mustakim mengatakan kalau pihaknya tidak mengetahui adanya kegiatan diksar itu.
Dia mengaku baru mengetahui adanya kegiatan itu setelah adanya informasi mengenai mahasiswa Unhas yang meninggal saat diksar.
Simak videonya:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kapolsek-Tompobulu-menunjukkan-lokasi-meninggalnya-Virendy-Marjefy-Wehantouw-18.jpg)