Mantan Ketua Bawaslu Luwu Tersangka

Polisi Beberkan Kasus Korupsi yang Menyeret Mantan Ketua Bawaslu Luwu Rugikan Negara Rp935 Juta

Saleh menambahkan, modus pelaku yakni membuat pinjaman UPK mengatas namakan kelompok perempuan yang rupanya fiktif.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
NTMC POLRI
Ilustrasi tersangka kasus korupsi 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Polres Luwu menetapkan mantan Ketua Bawaslu Luwu serta Kepala Desa Kecamatan Bupon sebagai tersangka kasus rasuah.

Ada delapan tersangka yang terseret dalam kasus tersebut.

Diduga ada dua Kepala Desa aktif yang ikut terlibat.

Kasat Reskrim Polres Luwu menerangkan, berdasarkan audit investigasi Inspektorat Luwu, sejumlah tersangka tersebut mengalirkan Rp935 juta secara fiktif.

"Dari hasil penyelidikan Unit 3 Tipikor Polres Luwu, dan berdasarkan hasil audit insvestigasi Inspektorat Luwu diketahui bahwa terdapat 12 kelompok pada tahun 2016 yang melakukan pengambilan uang sejumlah Rp935 juta," ujarnya, Selasa (17/1/2023)

"Di mana kelompok tersebut diduga fiktif atau mengatasnamakan kelompok perempuan," sambungnya.

Saleh menambahkan, modus pelaku yakni membuat pinjaman UPK mengatas namakan kelompok perempuan yang rupanya fiktif.

"Kejadiannya tahun 2016 silam, dia atas namakan beberapa kelompok yang mengatas namakan kelompok perempuan untuk melakukan pinjaman di UPK yang dimaksud,” jelasnya.

Dua dari delapan tersangka, sambung Saleh, merupakan kepala Desa aktif. 

Sementara dua tersangka lainnya, yakni AL dan RR merupakan penanggung jawab kegiatan dalam Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Bupon.

“Salah satu tersangka lainnya yakni MR hingga saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” tutupnya.

 

Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved