Breaking News:

Opini

Perpu Cipta Kerja: Mampukah Menarik Masuk Investasi Asing?

Perpu Cipta Kerja lahir untuk memangkas biaya, memotong waktu perizinan menjadi lebih cepat serta memudahkan investor dan berinvestasi di Indonesia.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi/ilyas alimuddin
Ilyas Alimuddin Dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UHO/Alumni Pasca Sarjana EPP Unhas. Ilyas Alimuddin penulis di Rubrik Opini Tribun Timur berjudul 'Perpu Cipta Kerja: Mampukah Menarik Masuk Investasi Asing?' 

Oleh:
Ilyas Alimuddin
Dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UHO/Alumni Pasca Sarjana EPP Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Menjelang akhir tahun, tepatnya Jumat, 30 Desember 2022 pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Perpu ini merupakan pengganti Undang-UndangNomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Tentu saja terbitnya Perpu ini mengundang pro kontra. Perdebatannya bisa ditelisik dari dua sisi.

Pertama dari sisi alasan terbitnya Perpu tersebut kemudian yang kedua adalah mekanisme penerbitan Perpu tersebut.

Poin kedua ini menjadi domain adu argumentasi para ahli hukum. Sementara poin pertama perdebatannya domain ahli ekonomi ataupun politisi.

Misalnya saja mengenai alasan terbitnya Perpu tersebut sebagaimana disampaikan oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kantor Presiden menyebutkan bahwa salah satu alasan diterbitkannya Perpu tersebut adalah kebutuhan mendesak pemerintah untuk mempercepat antisipasi terhadap kondisi global baik yang terkait dengan ekonomi negeri ini menghadapi resesi global, inflasi, kemudian ancaman stagflasi.

Menurut sebagian kalangan alasan ini masih debatable. Meski diakui kondisi global saat ini yang masih dalam bayang-bayang gelap resesi dan staglasi, namun demikian hal tersebut tidak bisa dan tidak terlalu kuat landasan argumentasinya kalau dijadikan justifikasi penerbitan Perpu.

Membaca narasi dan mendengar argumentasi dari pihak yang pro maupun kontra terhadap Perpu Cipta Kerja ini, menggiring pada kesadaran akan salah satu postulat kehidupan: “Bahwa seberapa besar pun usaha yang dilakukan, setulus apapun niat dalam hati, kita tidak akan pernah mampu menyenangkan semua pihak”.

Bahkan Tuhan sekalipun masih mendapat protes dari ciptaan-Nya. Meski sang ciptaan diguyur nikmat setiap saat. Inilah fakta kehidupan yang terbantahkan. Dulu, sekarang dan di masa depan.

Karena itu, perdebatan mengenai Perpu ini biarlah hadir dan tumbuh di negeri ini.

Pro kontra ini harus diterima sebagai sebuah dinamika, dialektika hidup dalam alam yang memang memberi ruang dan peluang untuk berbeda.

Sebuah keniscayaan hidup bahwa kita tak mungkin bersepakat untuk semua hal di semesta ini. Kenapa Investasi Asing?

Salah satu tujuan dari penerbitan Perpu Cipta Kerja adalah mendukung peningkatan investasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved