Opini

Menyoal Sistem Proporsional Daftar Tertutup

Sejak masa reformasi sudah dilakukan dengan sistem proporsional Daftar Terbuka yang memberikan keleluasaan kepada pemilih.

Editor: Hasriyani Latif
DOK TRIBUN TIMUR
Aminuddin Ilmar Pakar Hukum Tata Negara Unhas. Aminuddin Ilmar penulis Opini Tribun Timur berjudul 'Menyoal Sistem Proporsional Daftar Tertutup'. 

Oleh:
Aminuddin Ilmar
Pakar Hukum Tata Negara Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Menjelang pemilihan umum anggota legislatif tahun 2024 ada keinginan dari partai politik tertentu sebagai peserta pemilihan umum menghendaki kiranya sistem pemilihan yang dipilih tidak lagi sistem proporsional Daftar Terbuka, namun sistem proporsional Daftar Tertutup.

Apa yang menjadi kepentingan partai politik tersebut, sehingga lebih memilih untuk menggunakan sistem proporsional Daftar Tertutup ketimbang sistem proporsional Daftar Terbuka?

Padahal, sejak masa reformasi sudah dilakukan dengan sistem proporsional Daftar Terbuka yang memberikan keleluasaan kepada pemilih untuk bisa menentukan siapa yang akan dipilih dan mewakilinya untuk duduk di lembaga legislatif.

Sedangkan, fungsi dari partai politik hanya sekedar menjadi katalisator dari anggota partai politik yang akan dipilih, sedang penentuannya ada pada pemilih siapa yang akan dipilih.

Dalam kepustakaan dijelaskan bahwa ada dua sistem pemilu yang dianut yakni, sistem distrik dan sistem proporsional (multi member constituency).

Di mana sistem distrik merupakan sistem pemilihan yang menentukan hanya satu wakil dari setiap distrik atau daerah pemilihan, sedangkan sistem proporsional yang merupakan suatu sistem pemilihan berimbang, di mana setiap daerah pemilihan memilih beberapa wakil yang akan duduk di lembaga legislatif.

Dalam sistem proporsional ini, persentase kursi di DPR dibagi kepada tiap-tiap partai politik sesuai dengan persentase jumlah perolehan suara yang didapatkan dalam pemilihan.

Selanjutnya, sistem proporsional terbagi lagi menjadi dua metode utama, yakni: Pertama, Single Transferable Vote (Hare Sistem), yang merupakan suatu sistem pemilihan yang menghendaki pemilih untuk memilih pilihan pertama, kedua, dan seterusnya dari daerah yang bersangkutan.

Sistem ini memungkinkan semua calon terpilih, karena dalam sistem ini adanya pembagian suara apabila terdapat sisa suara pada calon partai politik.

Kedua, List Proportional Representative (List Sistem), yang merupakan suatu sistem pemilihan yang meminta pemilih untuk memilih daftar-daftar calon yang berisi sebanyak mungkin nama-nama dari wakil rakyat yang akan dipilih dalam pemilihan umum.

Umumnya terdapat dua varian dalam sistem ini, yakni; dengan sistem proporsional daftar tertutup dan sistem proporsional daftar terbuka.

Mengapa ada partai politik yang menghendaki diberlakukannya sistem Daftar Tertutup, sebab dalam sistem ini, para pemilih hanya cukup untuk memilih partai politik peserta pemilu, dan tidak memilih orang atau calon anggota legislatif tertentu.

Kemudian, partai politik akan dengan bebas menentukan siapa calon anggota legislatif terpilih berdasarkan sistem nomor urut pada tiap-tiap partai politik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved